Breaking News:

Kasus Perdagangan Bayi

Kronologi Pengungkapan Kasus Perdagangan Bayi di Manado

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, perdagangan bayi ini diduga dilakukan sejak tahun 2020.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Pihak Ditreskrimum Polda Sulawesi Utara menjelaskan kronologi kasus dugaan perdagangan bayi di Kota Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara menjelaskan kronologi pengungkapan kasus dugaan perdagangan bayi di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, perdagangan bayi ini diduga dilakukan sejak tahun 2020 hingga Agustus 2021.

Sementara pengungkapan kasus ini berawal pada Kamis (26/8/2021).

"Personel Ditreskrimum Polda Sulut mendapat informasi dari masyarakat bahwa di rumah kost tersangka telah terjadi dugaan tindak pidana perdagangan bayi,” ujar Abast, Kamis (7/10/2021) di Mapolda Sulut

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, bayi yang dijual saat itu baru dilahirkan oleh korban bernama Mita, warga Wanea, Kota Manado.

Bayi tersebut dijual tersangka dengan alasan korban tidak mampu membayar biaya persalinan. 

"Setelah menjual bayi, tersangka memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada korban,” jelas Kabid Humas Polda, didampingi Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani F Siahaan.

Kejadian tersebut merupakan yang kedua kalinya. Pasalnya, anak pertama Mita juga dijual tersangka kepada orang lain. 

Pada kejadian pertama tersebut tersangka memberikan uang Rp 50 ribu kepada Mita.

“Kemudian pada pengembangan juga ditemukan korban lain, yaitu Lina, warga Wanea."

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved