Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Afghanistan Terancam Kembali ke Abad Kegelapan, Pemerintahan Pimpinan Taliban Berhenti Bayar Listrik

Kabul, ibu kota Afghanistan berpotensi mati listrik karena Taliban tak membayar iuran pemasok listrik Asia Tengah.

OSHANG HASHIMI / AFP
Seorang personel keamanan menghentikan sebuah kendaraan di sebuah pos pemeriksaan di Herat pada 24 Juli 2021, ketika jam malam diberlakukan di 31 dari 34 provinsi negara itu untuk mengekang gelombang kekerasan yang dipicu oleh serangan Taliban dalam beberapa bulan terakhir, kata kementerian dalam negeri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ibu kota Afghanistan terancam mengalami pemadaman listrik.

Kabul, ibu kota Afghanistan berpotensi mati listrik karena Taliban tak membayar iuran pemasok listrik Asia Tengah.

Akibat dampak tersebut, Ibukota Afghanistan, Kabul, akan kembali menghadapi "abad kegelapan".

Hal ini diperparah karena pemadaman listrik di tengah musim dingin menurut laporan The Wall Street Journal (The WSJ).

Outlet itu mengatakan pasokan daya kota itu berisiko, karena pemerintah Taliban berhenti membayar perusahaan asing yang memasok sebagian besar listriknya

Seorang pria <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/afghanistan' title='Afghanistan'>Afghanistan</a> berjalan pada hari pertama Nowruz (Noruz), atau Tahun Baru Persia, di puncak bukit yang menghadap ke <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kabul' title='Kabul'>Kabul</a> pada 21 Maret 2018.

"Konsekuensinya akan berlaku di seluruh negeri, tetapi terutama di Kabul," kata Daud Noorzai, mantan kepala eksekutif perusahaan listrik Afghanistan (DABS) kepada surat kabar itu.

"Akan ada pemadaman listrik dan itu akan membawa Afghanistan kembali ke Abad Kegelapan dalam hal kekuasaan dan telekomunikasi," katanya.

Melansir Business Insider pada Senin (4/10/2021), sekitar 70 persen dari pasokan listrik Afghanistan berasal dari luar negeri, menurut think tank Caspian Policy Center yang berbasis di Washington DC.

Sementara WSJ melaporkan pasokan listrik untuk ibu kota Afghanistan hampir seluruhnya berasal dari luar negeri.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved