Breaking News:

Vonnie Anneke Panambunan

Vonnie Anneke Panambunan Menangis di Persidangan: Demi Tuhan Saya Tidak Mencuri, Hanya Bekerja Keras

Persidangan dipimpin oleh Majelis Hakim Djamaludin Ismail, Muhammad Alfi Sahrin Usup, dan Hakim Ad Hoc Pultoni.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Sidang kasus Tipikor proyek pemecah ombak di Likupang 2, Minut, dengan terdakwa Mantan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sidang kasus korupsi proyek pemecah ombak di Likupang 2, Minahasa Utara (Minut) dengan terdakwa Mantan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) masih terus bergulir, Senin (4/10/2021).

Vonnie Anneke Panambunan hadir secara langsung di Ruang Sidang Hatta Ali Pengadilan Negeri Manado, Kompleks Pengadilan Terpadu, Jalan Adipura Raya, Kima Atas, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara didampingi tim pengacaranya, Stevi Dacosta, dkk.

Persidangan dipimpin oleh Majelis Hakim Djamaludin Ismail, Muhammad Alfi Sahrin Usup, dan Hakim Ad Hoc Pultoni.

Dalam persidangan, ketika ditanyai oleh Majelis Hakim, VAP kebanyakan menjawab tidak tahu dan tidak ingat.

Seperti saat ditanya perkenalan VAP dengan Direktur PT Manguni Makasiouw Minahasa (M3) Robby Maukar.

VAP mengaku mengenal Robby saat hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Minut pada tahun 2015, namun ia tidak mengetahui latar belakang Robby.

VAP juga tidak tahu bahwa PT M3 baru dibentuk tahun 2016 dan langsung mengerjakan proyek pemecah ombak di Likupang 2.

Di sisi lain, VAP menolak tuduhan Robby yang menyatakan bahwa dirinya meminjam uang untuk mencalonkan diri sebagai bupati.

"Saya bilang dia bohong, saya memang meminjam uang tapi tidak dari Robby," pungkas VAP.

Saat pelaksanaan proyek pemecah ombak pun, VAP tidak ingat berapa kali ia melakukan peninjauan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved