Nasional
Masih Ingat SBY? Kini Ingatkan Ancaman Krisis Iklim hingga Bahas Masalah Pangan
Masih ingat SBY? mantan Presiden Indonesia, kabarnya kini menyoroti soal iklim hingga pangan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat SBY? mantan Presiden Indonesia.
Kabarnya kini menyoroti soal iklim hingga pangan.
Susilo Bambang Yudhoyono menungkapkan banyak negara sedang alami krisis Iklim.
Baca juga: Ingat Lina Mukherjee? Dulu Tenar Sebut Artis Bollywood Sombong, Kini Hina Lesti Kejora
Baca juga: Masih Ingat Sirajuddin? Suami Zaskia Gotik Datangi Rumah Mantan Istri, Ini Tanggapan Keluarga
Baca juga: Wawali Wenny Lumentut Buka Pelaksanaan ANBK SMP se Kota Tomohon
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti masalah perubahan iklim yang melanda belahan bumi akhir-akhir ini.
SBY mengungkapkan bahkan sebagian kalangan menyebut bahwa saat ini telah terjadi krisis iklim.
"Isu ketiga ini topik bahasan kita yaitu isu perubahan iklim, pemanasan global, dan tentunya pembangunan berkelanjutan.
di banyak negara. Banyak yang mengatakan bahwa kita ini bukan hanya menghadapi perubahan iklim, tapi krisis iklim," tutur SBY dalam webinar yang digelar UIN Ar-Raniry, Senin (4/10/2021).
Dirinya meminta agar masyarakat dunia untuk mengantisipasi serta mencari solusi terkait krisis iklim yang terjadi.
Dampak dari krisis iklim, menurut SBY, adalah masalah yang tidak dapat dipandang ringan.
"Jangan main-main Mari kita lakukan segala sesuatunya secara bersama secara nasional dan secara internasional untuk mengatasinya," tutur SBY.
Saat ini, kata SBY, penduduk dunia kita ini sekarang jumlahnya mencapai 7,9 miliar.
Pada tahun 2050, diperkirakan jumlahnya akan mencapai 9 sampai 10 miliar manusia.
"Nah kebutuhan dasar diperkirakan juga baik itu pangan, air, energi akan meningkat tajam 60 sampai 70 persen.
Sementara bumi dan sumber-sumber kehidupan kita sekarang ini sudah mengalami tekanan dan penurunan," ungkap SBY.
Menurut SBY, hal ini merupakan tantangan besar yang harus dihadapi secara internasional.
Masalah pangan, menurut SBY, juga menjadi tantangan yang sangat serius untuk dicarikan solusinya.
"Setiap malam ada satu miliar manusia yang tidurnya tidak nyenyak karena lapar, kurang makan, tidak punya uang untuk mencukupi kebutuhan pangannya.
Ada bangsa yang kelebihan dan ada bangsa kekurangan pangan," pungkas SBY.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/presiden-ke-6-ri-susilo-bambang-yudhoyono-sby-66677.jpg)