Breaking News:

PLN

PLN UIW Suluttenggo Rutin Melaksanakan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik 

P2TL terus dilakukan secara rutin oleh PLN, untuk menghindari bahaya listrik yang disebabkan oleh penyalahgunaan pemakaian tenaga listrik.

Editor: Chintya Rantung
ist/PLN
Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) terus dilakukan secara rutin oleh PLN 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) terus dilakukan secara rutin oleh PLN, untuk menghindari bahaya listrik yang disebabkan oleh penyalahgunaan pemakaian tenaga listrik.

General Manager PLN UIW Suluttenggo, Leo Basuki menjelaskan bahwa pada masa pandemi petugas PLN dengan mengikuti protokol kesehatan dan SOP dalam menyediakan Tenaga Listrik yang handal untuk melayani masyarakat.

Salah satu hal yang dilakukan adalah melaksanakan Penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) dengan memeriksa Sambungan Luar Pelayanan (SLP ), Sambungan Masuk Pelayanan (SMP) dan Alat pengukur pembatas (APP) demi keselamatan pelanggan.

“P2TL adalah sebuah upaya PLN agar masyarakat terhindar dari bahaya Listrik misalnya kebakaran akibat penyalahgunaan sambungan tenaga listrik tidak sesuai dengan prosedur.

PLN mengimbau kepada masyarakat agar bijak dalam penggunaan energi listrik,” ucap Basuki.

Dalam pelaksanaan P2TL, PLN berpedoman pada Peraturan Direksi PT PLN ( Persero ) Nomor : 088-Z.P/DIR/2016 yang disahkan oleh Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral dalam hal ini Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Nomor : 304 K/20/DJL.3/2016 tanggal 28 Juni 2016.

Berdasarkan pada aturan tersebut, pengenaan sanksi kepada pelanggan yang terbukti berupa ditemukannya pelanggaran pemakaian tenaga listrik mengacu pada Pasal 14 ayat 1 yakni Pemutusan Sementara, Pembongkaran Rampung, Pembayaran Tagihan Susulan dan Pembayaran Biaya P2TL Lainnya.

Untuk diketahui dan disampaikan kepada pelanggan dan masyarakat masalah jenis pelanggaran, Basuki menerangkan bahwa pelanggaran pemakaian tenaga listrik dikategorikan kedalam empat golongan.

“Golongan I (PI) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi batas daya. Golongan II (PII) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi pengukuran energi. Golongan III (PIII) merupakan pelanggaran yang mempengaruhi batas daya dan pengukuran energi.

Dan yang terakhir yaitu Golongan IV (PIV) merupakan pelanggaran yang dilakukan bukan oleh pelanggan.

Basuki juga menegaskan bahwa penghitungan dilakukan secara otomatis dan tersistem melalui Aplikasi.

“Jumlah tagihan susulan tidak dihitung secara manual oleh petugas PLN yang melakukan pemeriksaan di lokasi pelanggan, melainkan melalui Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) yang ada di kantor-kantor unit PLN,” tambah Basuki.

"Agar selalu menjaga kWh meter yang terpasang dirumah atau persil Pelanggan, menggunakan dengan bijak dan segera melaporkan kepada pihak PLN jika terjadi kelainan ataupun gangguan," tutup Basuki.

Untuk kemudahan layanan listrik dimana saja dan kapan saja, pelanggan dapat mengakses layanan kelistrikan melalui Aplikasi PLN Mobile yang bisa di download di Play Store dan App Store. Nikmati Layanan PLN hanya dalam satu genggaman, PLN Mobile Semua Makin Mudah.

Baca juga: Firasat Aneh Kakak V Rundengan Cewek di Manado yang Dibunuh Kekasih Sejenisnya: Story di Facebook

Baca juga: Wanita Ini Nekat Rias Wajahnya Mirip Boneka Bocah Permpuan di Squid Game, Begini Jadinya

Baca juga: Okvini Rundengan, Korban Pembunuhan di Wanea Manado, Sempat Ajak Kakaknya Wisuda Sama-sama

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved