Peristiwa G30S PKI

Perjalanan Sintong Panjaitan Pimpin Penumpasan PKI Tapi Namanya Tak Ada di Film G30S PKI

Kisah Sintong ini sudah ditulis dalam buku berjudul Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, yang ditulis Hendro Subroto. 

Editor: Shity Nurjanah
Kolase kopassus.mil.id
Perjalanan Sintong Panjaitan Pimpin Penumpasan PKI Tapi Namanya Tak Ada di Film G30S PKI 

Pasukan pemberontak langsung meninggalkan tawanannya setelah mendengar siaran RRI tersebut.

Setelah menguasai RRI, Kompi Tanjung ditugas merebut Bandara Halim Perdana Kusumah yang saat itu dikuasai batalyon dari Jawa Timur yang mendukung PKI.

Bandara Halim Pernah Kusumah akhirnya bisa dikuasai pasukan PRKAD.

Saat Bandara Halim Pernah Kusumah dikuasai PRKAD, didapat informasi jasad  jenderal yang diculik dikubur di sekitar Lubang Buaya.

Karena Kompi Tanjung yang sebelumnya akan diterjun ke Serawak dianggap paling siap, akhirnya mereka yang diberi tugas menemukan lokasi penguburan jasad para Pahlawan Revolusi.

Pasukan yang dipimpin Sintong akhirnya menemukan sumur tua yang sudah ditutupi tempat penguburan jasad Pahlawan Revolusi.

Saat pengangkatan jasad, Sintong akhirnya meminta bantuan tim TNI AL yang mempunyai peralatan lengkap.

Pengangkatan jasad Pahlawan Revolusi disaksikan Pangkostrad Mayjen Soeharto.

Aksi Sintong dalam penumpasan PKI tidak berhenti di Lubang Buaya.

Pada 17 Oktober 1965, Kolonel Sarwo Edhi memimpin RPKAD ke Jawa Tengah untuk melakukan “pembersihan”.

Peristiwa pembersihan anggota PKI (wikipedia)

Sintong mendapat tugas di Solo.

Sintong mengatakan pasukannya menangkap ratusan tentara yang berpihak pada komunis, tapi tidak pernah membunuh warga sipil.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved