Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ekspor Pertanian

Perdana, Sulut Ekspor 2 Ton Tanaman Stevia ke Korea Selatan 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi ekspor terhadap dua ton tanaman stevia tujuan Korea Selatan

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Eskpor Tanaman Stevia dari Sulut ke Korsel 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Komoditas ekspor Sulut kian beragam. Setelah sukses beberapa bulan dibudidayakan, tanaman Stevia asal Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), resmi diekspor perdana. 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi ekspor terhadap dua ton tanaman stevia tujuan Korea Selatan.

Pelepasan ekspor dilaksanakan Selasa 28 September 2021 dan dihadiri Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, Kepala Bea Cukai Sulbagtara, Cerah Bangun, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Yeittij Fonnie Roring dan instansi terkait lainnya. 

Donny mengatakan, menurut informasi dari pengelola perkebunan, penyiapan lahan dan penanaman bibit sudah dilakukan dari tahun lalu dan terus dikembangkan sampai sepuluh tahun ke depan. 

"Selanjutnya pihak Stevia Farm berencana akan mengembangkan perkebunan tersebut hingga 40.000 ha dengan bermitra dengan petani lokal,” kata Donny kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (29/09/2021). 

Donni mengatakan bahwa sebanyak dua ton tanaman stevia yang dilepas ekspor. 

Eskpor Tanaman Stevia dari Sulut ke Korsel
Eskpor Tanaman Stevia dari Sulut ke Korsel 

Sebelumnya, Stevia Farm Korea memutuskan Sulut sebagai daerah yang paling tepat untuk pengembangan tanaman berdaun manis tersebut dan akhirnya sukses dibudidayakan di lahan milik warga setempat.

Stevia merupakan bahan pemanis pengganti gula tebu yang diklaim lebih sehat karena memiliki kalori yang rendah.

Terbukti tanaman ini telah lama dikenal di negara – negara maju seperti Korea dan Jepang. 

Pasar tanaman stevia di luar negeri sangat tinggi karena diproduksi sebagai pemanis pengganti gula tebu untuk produk makanan, minuman dan kosmetik. 

“Bersama dengan pemerintah daerah dan semua pihak, kita akan dukung investasi ini, dan PT. BKS kian menambah deretan ekspotir baru Sulut tahun ini, total keseluruhan ada 16 eksportir baru yang dominasi oleh kaum milenial,” tambahnya.

Eskpor Tanaman Stevia dari Sulut ke Korsel
Ekspor Tanaman Stevia dari Sulut ke Korsel (Tribun Manado / Fernando Lumowa)

Kepala Bea dan Cukai Sulbagtara Cerah Bangun mengatakan kegiatan ekspor akan meningkatkan perekonomian masyarakat daerah terlebih pada masa pandemi Covid-19.

Kata Cerah, barang yang diekspor berupa Stevia Dried Leaves dan Small Stems atau stevia dikeringkan dengan tonase netto 1.996,76 Kg, Bruto 2.275,96 Kg. 

"Ekspor stevia itu sebagai upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan menjalankan fungsi sebagai fasilitator perdagangan dan sebagai industrial assistance," jelas Cerah. 

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Yeittij Fonnie Roring mengatakan bahwa Pemprov Sulut akan selalu mendukung ekspor pertanian.

Terlebih beberapa waktu lalu, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menerima penghargaan Abdi Bakti Tani langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang mengapresiasi bertambahnya ragam komoditas ekspor baru asal Sulut tersebut. 

“Ekspor perdana tanaman stevia ini menambah ragam komoditas baru asal Sulut serta membuka peluang besar bagi petani dan pelaku usaha di Sulut untuk memacu kinerja ekspor pertanian,” ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian harus mampu memberikan terobosan sebagaimana yang dilakukan Pemprov Sulut

Bambang juga mengatakan pihaknya akan terus lakukan pendampingan kepada petani guna memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan dan serangkaian tindakan guna penerbitan sertifikat karantina baik pythosanitary certificate (PC) maupun health certificate (HC).

“Kami selaku otoritas karantina pertanian, memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor, impor maupun antar area,” kata Bambang.

Tanaman stevia yang diekspor ini, merupakan hasil budidaya yang berasal dari Desa Tountimomor, Kakas Barat, Minahasa.

Direktur Utama PT Bejana Kasih Sempurna, Oktavianus, mengungkapkan, budidaya stevia ini dimulai dari penyiapan lahan dan penanaman bibit yang dilakukan dari tahun lalu dan akan dikembangkan sampai sepuluh tahun kedepan. 

Selanjutnya pihaknya berencana mengembangkan perkebunan tersebut hingga 40.000 hektar dengan bermitra dengan petani lokal.(ndo) 

Baca juga: Breaking News, Tim Basket Putra 5x5 Sulut Menang Kalahkan Babel di Laga Perdana, Skor Akhir 91-90

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved