Berita Sulut

LPEI Sinergi dengan Pemprov Sulut, Gerakkan UMKM Sulut Menuju Pasar Global

LPEI siap membantu peningkatan kapasitas UMKM khususnya di Indonesia Bagian Timur.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Dok. LPEI
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menggelar pelatihan ekspor bagi pelaku UMKM di Sulut di Four Points by Sheraton Manado, 28-29 September 2021. 

TRIBUNMANADO.C.ID, Manado – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI berkomitmen mendukung pemulihan ekonomi.

Komitmen itu diwujudkan melalui pemberian dukungan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

LPEI siap membantu peningkatan kapasitas UMKM khususnya di Indonesia Bagian Timur.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank D. James Rompas dalam pembukaan Talkshow Ekspor Nasional Provinsi Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang UKM Ekspor di Wilayah Bagian Timur untuk Masuk Pasar Dunia di Four Points Hotel, Manado, Selasa (28/09/2021).

"Berdasarkan potensi ekspornya, kami akan mendorong potensi UMKM Sulut sehinggaa ekspornya bisa terus meningkat," ujar Rompas sebagaimana dijelaskan dalam keterangan tertulis ke Tribunmanado.co.id, Rabu (29/09/2021).

Katanya, dalam menjalankan hal tersebut, LPEI berkomitmen bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan dukungan bantuan pada UMKM terdampak Covid-19.

"Terutama UMKM yang berorientasi ekspor dan membantu pemerintah dalam mendukung pemulihan sektor ekonomi," kata Rompas.

Katanya, LPEI memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan pada umumnya karena sesuai dengan mandat yang diberikan.

LPEI dapat memberikan pembiayaan, penjaminan, asuransi dan juga jasa konsultasi yang dapat dilakukan secara
beriringan.

Peran tersebut diberikan kepada LPEI agar mampu mendorong pertumbuhan ekspor nasional dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Dijelaskan, untuk UMKM yang telah melakukan ekspor, dimungkinkan mendapatkan pembiayaan dari LPEI.

Sementara bagi UMKM yang belum ekspor tapi sudah berorientasi ekspor, LPEI telah bersinergi dengan pemangku kepentingan seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ditjen
Kakayaan Negara dan Bea Cukai untuk membantu para pelaku UMKM melalui berbagai program.

’’Salah satunya adalah program CPNE (Coaching Program for New Exporters) sehingga diharapkan para UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik dan memperkuat relasi,’’ jelasnya.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Praseno Hadi yang mewakili Gubernur Sulut memberikan dukungan atas inisiatif yang dilakukan
LPEI.

“Program CPNE dari LPEI sangat membantu UMKM kita. Karena itu kami mendorong para UMKM untuk memanfaatkan program ini dengan baik. Pemprov Sulut mengapresiasi LPEI yang telah berinisiatif untuk melatih UMKM di Sulut untuk bisa ekspor," ujar Praseno.

Talkshow Ekspor Nasional ini merupakan rangkaian pelatihan program CPNE Jasa Konsultasi yang diselenggarakan oleh LPEI selama dua hari (28-29 September 2021).

Kegiatan yang berlangsung dalam protokol kesehatan ini diikuti 50 orang pelaku UMKM Sulut dengan mayoritas bergerak di bidang industri makanan dan minuman.(ndo)

Baca juga: Jangan Sebut Teroris, Kepala Densus 88 Irjen Martinus Hukom Punya Strategi Rangkul KKB Balik ke NKRI

Baca juga: Oknum Satpam PT BDL di Bolmong Terekam Video Lepaskan Tembakan Pakai Senapan Rakitan

Baca juga: Info BMKG: Gempa Guncang Bengkulu Rabu Pagi, Magnitudo dan Pusat Gempa

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved