Breaking News:

Berita Tomohon

Habiskan Dana 3,5 M, Proyek Pembatas Lahan Milik Unsrat di Tomohon bakal Dilaporkan ke Kejaksaan

"Kejaksaan harus lakukan pemeriksaan. Apalagi ini sejak lalu sudah beberapa kali disorot," katanya.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Hesly Marentek.
Pembatas lahan milik Unsrat yang berada di Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Proyek pembangunan pagar pembatas lahan milik Unsrat yang berada di Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon kembali menuai sorotan.

Pasalnya proyek yang diketahui telah menghabiskan dana hingga sekira Rp 3,5 Miliar ini dinilai tak sesuai spek.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Koordinator Sulut Corruption Watch (SCW) Deswerd Zougira.

Ia meminta pihak Kejaksaan Negeri Tomohon memeriksa pekerjaan pembangunan pagar pembatas tersebut.

"Kejaksaan harus lakukan pemeriksaan. Apalagi ini sejak lalu sudah beberapa kali disorot," katanya.

Lebih lanjut menurut Deswerd, pagar tersebut dibangun pada tahun  2019 dengan anggaran Rp 1,4 milyar dari sumber dana Badan Layanan Umum Unsrat (BLU).

Bahkan proyek yang dilerjakan CV Wailan ini hanya menurunkan nilai penawaran 17 juta rupiah dari pagu anggaran 1, 499 milyar rupiah saat ikut tender.

"Nilai penawaran itu tidak lazim. Jarang terjadi penawaran tender proyek fisik hanya turun dibawah 0,5 persen. Biasanya turun 10 hingga 15 persen. Ini diduga ada yang tidak beres dengan proses tender, seperti sudah diatur pemenangnya," jelasnya.

Selain itu, Deswerd, proyek ini sempat dilaporkan warga Walian yang menyebutkan ada potensi penyimpangan spesifikasi pekerjaan tapi belum ditindaklanjuti.

Sedangkan pihaknya mendapat laporan dari orang dalam bahwa pekerjaan diduga tidak dikerjakan oleh  pemenang tender, tetapi oleh bagian proyek atas perintah atasan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved