Breaking News:

Berita Viral

Viral SMA di Manado Pungut Sumbangan Siswa Rp 150.000 Per Bulan, Ini Respons Dinas Pendidikan

Sebuah SMA Negeri di Manado terungkap di media sosial membebankan siswa memberikan sumbangan pendidikan di tahun ajaran baru 2021/2022

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Ryo Noor/Tribun manado
Grace Punuh 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sebuah SMA Negeri di Manado terungkap di media sosial membebankan siswa memberikan sumbangan pendidikan di tahun ajaran baru 2021/2022.

Hal itu terungkap setelah Kartu sumbangna bulanan di posting di media sosial. Terungkap postingan itu tertera sebuah SMA di Manado.

Dalam kartu sumbangan tersebut pun tertera keterangan uang Rp 150.000 yang sudah dibayarkan 3 bulan, yakni Juli, Agustus dan September 2021.

Kartu sumbangan itu pun lengkap dengan cap basah, dan tandatangan pejabat berwenang menarik sumbangan.

Baca juga: Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey Eksekusi Road Map Digital Government

Insiden kartu sumbangan pendidikan ini pun sudah didengar oleh Dinas Pendidikan Daerah Sulut.

Kepala Dikda Sulut, dr Grace Punuh menegaskan, akan memanggil Kepala Sekolah bersangkutan menghadap di Kantor Dinas

"Kita akan panggil, dicek, cross cek dan double cek. Nanti kita akan akan klarifikasi mengenai informasi ini," kata Grace ketika dihubungi tribunmanado.co.id, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Kemensos Pantau Distribusi Bantuan Korban Banjir di Mitra

Pemanggilan kepala sekolah yang bersangkutan akan dilakukan usai Assement Nasional SMA, sementara ini kata Grace masih sedang berlangsung.

Grace menjelaskan, pemberian sumbangan orangtua siswa ke sekolah itu dimungkinkan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan nomor 75.

Manakala ada kebutuhan sekolah untuk semisal untuk peningkatan fasilitas pendidikan, orangtua yang mampu dan sukarela dimungkinkan ikut berpartisipasi misalnya melalui sumbangan dana.

Itu pun harus jelas, sumbangan disetor ke rekening dan ada petugas penanggungjawabnya.

Namun, ia menegaskan, tidak bisa sumbangan itu kemudian dipungut rutin semisal per bulannya, dan dipatok merata ke siswa dengan tarif yang sudah ditentukan.

"Tidak boleh merata (semua siswa), tidak dipaksakan. Ada orang tua yang beri sumbangan misalnya 2 juta, tapi kalau tidak beri sumbangan tidak apa-apa. Bukan juga tiap bulan harus kasih sumbangan, tidak boleh begitu, mesti sesuai kemampuan," katanya. (ryo)

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Bantu Kubu Moeldoko Gugat AD/ART Demokrat, SBY Curhat Lagi

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved