Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pertamina

Pertamina Sulawesi: Antrean Truk Karena Lonjakan Konsumsi Solar 

Senior Supervisor Communication and Relation  PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjelaskan, hal itu justru disebabkan karena lonjakan.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Antrean panjang truk yang ingin mengisi bahan bakar solar di SPBU Kairagi, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (28/9/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pertamina Sulawesi mengungkapkan, fenomena antrean panjang kendaraan diesel di Manado bukan karena adanya kelangkaan solar. 

Taufiq Kurniawan, Senior Supervisor Communication and Relation  PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjelaskan, hal itu justru disebabkan karena lonjakan permintaan solar. 

"Seiring dengan berlakunya PPKM level 2, di beberapa daerah di Sulut memang terjadi peningkatan konsumsi solar akibat geliat industri yang mulai aktif," ujar Taufiq kepada tribunmanado.co.id, Selasa (28/9/2021).

Katanya, kuota solar sudah diatur BPH Migas untuk setahun. Penyaluran kuota disesuaikan dengan kondisi permintaan di masyarakat. 

"Jadi ketika ada penurunan permintaan, SPBU menyesuaikan. Begitu pula terjadi peningkatan. Kuota harus cukup untuk setahun," katanya lagi. 

Ia menjelaskan, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Sulut.

"Pantauan kami di lapangan, kondisi ini fluktuatif.  Kemarin di Bantaeng Bulukumba, di Sulbar juga sempat antre tapi turun," jelasnya. 

Pertamina sendiri telah mengajukan permintaan penambahan kuota biosolar ke BPH Migas. 

"Kita suda sudah izin. Nyatanya di lapangan memang konsumsinya seperti itu.  "Itu di luar faktor kendali kita," 

Taufik menegaskan, berdasarkan pemantauan pihaknya, selama ini tidak ada kondisi kritis solar di Sulut. 

Pertamina memantau kondisi stok solar melalui sistem Digitalisasi SPBU secara real time. 

"Tidak ada kondisi kritis atau kelangkaan. Disebut kelangkaan bila ada kondisi force majeur," katanya. 

Ia mengakui, di lapangan masih banyak masyarakat yang menggunakan biosolar (solar subsidi). 

Pertamina mengimbau masyarakat dan industri menggunakan BBM gasoil sesuai pada peruntukannya

"Karena biosolar untuk kendaraan roda enam. Ke bawah. Di atas dari itu menggunakan Pertamina Dex dan Dexlite," ujarnya. (ndo) 

Penjelasan Dokter Terkait Kondisi Tukul Arwana Sekarang, Jalani Operasi Saat Tiba di IGD

Jelang Penilaian Adiwiyata Tingkat Nasional, Bupati Minsel Tinjau Kesiapan SMPN 1 Amurang

Maman Suherman Buronan Rp750 Juta Kasus Kehutanan Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Agung

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved