Breaking News:

RHK Selasa 28 September 2021

BACAAN ALKITAB Matius 16:16 - Yesus, Sang Mesias, Anak Allah

Yesus adalah Tuhan. Dialah Sang Mesias, Anak Allah. Dialah Kristus, Tuhan kita, Juruselamat dunia. Dialah yang dinubuatkan oleh para nabi

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

Matius 16:16
TRIBUNMANADO.CO.ID - Yesus adalah Tuhan. Dialah Sang Mesias, Anak Allah. Dialah Kristus, Tuhan kita, Juruselamat dunia. Dialah yang dinubuatkan oleh para nabi sejak ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya. Dan sesungguhnya, Dialah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.

Itulah jawaban spontan Simon Petrus, atas pertanyaan Yesus kepada para murid-Nya, tentang siapa Anak Manusia atau Yesus sesungguhnya. Inilah kredo, pengakuan iman Petrus, mendahului bahkan mewakili teman-temannya, sesama murid Yesus.

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

Meski dalam perjalanan pelayanan bersama Yesus selanjutnya ada dinamika-dinamika yang kontroversial, seperti penyangkalannya, namun Petrus memang selalu tampil beda. Karena itu, ketika Yesus bertanya kepada mereka, teman-temannya diam, tapi dia tampil menegaskan tentang Pribadi Yesus yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya. Bahwa Dialah Tuhan, Sang Mesias, Anak Allah yang dinanti-nantikan umat Israel bahkan bangsa-bangsa di dunia.

Demikian firmkan Tuhan hari ini.
  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (ay 16)_

Yah dan amin. Sungguh-sungguh sangat benar, pengakuan atau kredo Petrus itu. Hal ini juga sekaligus pengakuan iman para murid Yesus. Bahkan itu juga yang menjadi pengakuan iman kita orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dalam kekinian.

Inilah kunci segala sesuatu, bagi seluruh umat manusia dan bagi dunia, bumi dan alam semesta anugerah-Nya. Jika kita mengakui Yesus sebagai Mesias, Tuhan dan Anak Allah, maka Dia akan mengakui kita sebagai anak-Nya dalam pengadilan akhir zaman nanti.

Sebagai Tuhan, Mesias dan Anak Allah, Dia amat sangat mahakuasa. Sebaliknya, sebagai Anak Manusia, Dia adalah Manusia biasa yang turut merasakan apa yang dirasakan oleh kita. Dan dalam Kemanusiaan-Nya itu, Dia rela mati menderita, demi keselamatan kita. Demi sayang-Nya akan kita, Dia menyerahkan diri-Nya dikorbankan di atas kayu salib, setelah melewati Jalan Sengsara yang mengerikan.

Tapi Dia kemudian bangkit dan menang. Itulah kemenangan kita. Kemenangan yang lebih dari pemenang, karena kemenangan dan keselamatan yang kita peroleh di bumi dan di sorga.

Sebagai keluarga dan umat Kristen, kita harus menjaga pengakuan iman kita tentang Tuhan kita Yesus Kristus, dengan terus setia kepada-Nya. Sebab pengakuan iman kita itu, harus dibuktikan dengan tindakan nyata dalam hidup kita yang terus setia dan taat melakukan segala kehendak Tuhan.

Jika kita mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah dan Tuhan kita, maka sudah seharusnya kita mengaktakan pengakuan itu dalam prilaku hidup yang sesuai dengan firman Tuhan di setiap saat.

Jadi yang dimaksudkan dengan pengakuan iman kita tentang Tuhan Yesus itu, bukan hanya di mulut saja. Bukan hanya untuk diucapkan, tapi untuk dilakukan dan dinyatakan. Dengan demikian, semua orang melihat pengakuan iman kita itu dari cara hidup kita. Itulah yang harus dijadikan identitas Kekristenan kita. Yakni hidup berkenan kepada Tuhan, mengasihi sesama dan selalu setia mengiring Dia baik dalam suka maupun duka.

Dengan demikian, kehidupan kita sudah memancarkan kasih Allah kepada semua orang. Itulah penginjilan kontekstual. Lakukanlah itu, sehingga hidup kita jadi berkat bagi sesama dan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan. Amin

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah kami agar senantiasa menyatakan pengakuan iman kami dalam praktik hidup sehari-hari, sehingga kami beroleh kasih karunia-Mu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved