Breaking News:

Profil Tokoh

Profil Jenderal Ahmad Yani, Korban Pembantaian G30S PKI, Pati AD Berprestasi dan Kesayangan Soekarno

Profil Jenderal Ahmad Yani, Perwira Tinggi TNI AD yang jadi korban G30S PKI 1965. Sosok yang berprestasi dan jadi Pati kesayangan Presiden Soekarno.

Editor: Frandi Piring
Dok. RRI
Profil Jenderal Ahmad Yani, Perwira Tinggi TNI AD yang jadi korban G30S PKI 1965. Sosok yang berprestasi dan jadi Pati kesayangan Presiden Soekarno. 

Jenderal Ahmad Yani di mata Istana

Dialnsir dari Historia, Yani memiliki reputasi yang sangat baik di mata Istana.

Saat pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner) terjadi di Sumatera Barat, Ahmad Yani yang saat itu berpangkat Kolonel berhasil mengamankan pemberontahan PRRI.

Kemudian dirinya menjabat kepala Staf Komando Operasi Tertinggi (KOTI) yang berada di bawah komando presiden.

Dalam waktu empat tahun sejak memimpin Operasi 17 Agustus di Padang, nama Yani terus melesat.

Sebagai perwira profesional, Yani memperoleh kepercayaan untuk dilantik oleh Presiden Sukarno sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 23 Juni 1962.

Jenderal kesayangan Soekarno

Salah satu pakar politik Monash University, Harold Crouch menilai Yani memiliki citra diri yang berbeda dari Nasution. Meskipun mereka sama-sama sosok antikomunis.

Namun Yani bisa menentang kebijakan Sukarno mengenai PKI secara lebih halus dan dapat diterima.

Sebagai orang Jawa, Yani memperlakukan Sukarno sebagai seorang "bapak". Meski bertindak salah namun tidak boleh ditentang secara terbuka.

Hal tersebut yang membuat Yani lebih mudah masuk menjadi bagian dari lingkungan Istana Sukarno.

Wafatnya Jenderal Ahmad Yani

Pada 1 Oktober, Ahmad Yani menjadi salah satu korban penculikan G30S. Saat akan dijemput, Achamd Yani menolak untuk ikut serta.

Jenderal <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ahmad-yani' title='Ahmad Yani'>Ahmad Yani</a>

(Foto: Jenderal Ahmad Yani. Potret Jenazah sang jenderal setelah terbunuh dalam peristiwa G30S PKI 1965./Istimewa)

Karena melakukan perlawanan, Ahamd Yani mendapat serangan tembak hingga terbunuh di depan kamar tidurnya.

Setelah tewas, jenazah Ahmad Yani dibawa ke Lubang Buaya dan dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua bersama enam korban lainnya.

Pada 4 Oktober 1965, jenazah ditemukan dan dimakamkan dengan layak di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Oleh negara, Jenderal Anumerta Ahmad Yani dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan SK Presiden Nomor III/KOTI/1965.

(Kompas.com)

Tautan:

https://www.kompas.com/skola/read/2020/09/30/090000669/jenderal-ahmad-yani-kesayangan-sukarno?page=all

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved