Bank SulutGo

Percepat Akses Keuangan, BSG Pacu Penyaluran KUR Mikro Bohusami ke Pelaku UMKM Potensial

Bank Sulut Gorontalo (Bank SulutGo atau BSG) bergerak cepat menyalurkan KUR Mikro Bohusami.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey didampingi Dirut BSG, Revino Pepah menyerahkan simbolis KUR Bohusami kepada perwakilan debitur dalam pengukuhan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aula Mapalus, Jumat (24/09/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bank Sulut Gorontalo (Bank SulutGo atau BSG) bergerak cepat menyalurkan KUR Mikro Bohusami.

KUR ini merupakan produk pembiayaan BSG dalam rangka perluasan dan percepatan akses keuangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) demi meningkatkan inklusi keuangan.

Dirut BSG, Revino Pepah mengatakan, KUR Bohusami menyasar pelaku UMKM di berbagai sektor.

"Selain meningkatkan akses keuangan, kami bertujuan menopang program Pemulihan Ekonomi Nasional di tengah pandemi Covid-19," ujar Pepah kepada Tribunmanado.co.id, Senin (27/09/2021).

Katanya sejumlah sektor potensial yang disasar di antaranya, pertanian, perikanan, perkebunan, perdagangan, kesehatan hingga penyediaan makan minum dan industri terkait lainnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey meluncurkan dan menyerahkan simbolis KUR Bohusami Bakobong kepada perwakilan debitur dalam pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aula Mapalus, Jumat (24/09/2021)

KUR Bohusami Bakobong diberikan secara simbolis kepada dua debitur petani budidaya sereh wangi; Bohusami Baternak kepada dua debitur usaha penggemukan sapi dan Bohusami Batibo kepada penjual pakaian di pasar.

Terkait itu, TPAKD dibentuk untuk mencapai target inklusi keuangan nasional yang ditetapkan sebesar 90 persen pada 2024,

Olly Dondokambey, menjelaskan bahwa, TPAKD merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait yang dibentuk untuk meningkatkan percepatan akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

TPAKD diharapkan mampu mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah dan juga mencari terobosan untuk membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat.

Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan akses pengetahuan dan peran serta masyarakat dalam menggunakan produk dari jasa keuangan.

"Sehingga tidak lagi berfikir untuk mencari akses lain yang tidak resmi dalam menambah modal dengan bunga tinggi," kata Olly.

Ia mengajak kepada perbankan agar terus menjalin kemitraan dengan Pemprov Sulut agar perekonomian di bisa lebih meningkat lagi di masa yang akan datang.

“Saya mendukung adanya TPAKD di Sulut karena program TPAKD secara umum sangat bersentuhan langsung pada upaya peningkatan akses industri jasa keuangan dengan UMKM, kredit melawan rentenir dan kampanye literasi dan inklusi keuangan,” ujar Olly.

Sementara itu, Kepala OJK SulutGo malut, Darwisman, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Sulut atas dukungannya untuk melakukan pembentukan TPAKD.

Ia nerharap, dengan adanya TPAKD Sulut yang telah dikukuhkan agar segera menyusun program kerjanya terutama dalam kondisi pandemi Covid-19.

“TPAKD ini dibentuk dalam rangka membantu masyarakat utamanya petani, peternak, nelayan dan UMKM, serta mendukung ekonomi kreatif," kata Darwisman.(ndo)

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Besok Selasa 28 September 2021, Ini Wilayah Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Baca juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Akan Terjadi Selasa 28 September 2021, Berikut Info Lengkap BMKG

Baca juga: Bikers Harus Paham, Ini Tips Menjaga Traksi Roda Saat Berkendara

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved