Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah Golkar

Sejarah Golkar di Indonesia, Digagas 3 Tokoh Besar, Tujuan Awal Hancurkan Partai-partai yang Ada

Awal muncul  Golkar munucl dari kolaborasi gagasan tiga tokoh, Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Kolase Tribun Manado/ Foto: Istimewa
Sejarah Golkar di Indonesia, Digagas 3 Tokoh Besar, Tujuan Awal Hancurkan Partai-partai yang Ada 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Partai Golongan karya kembali ternoda dengan adanya kader yang ditangkap Komisi Pemberatasan Korupsi ( KPK).

Kader tersebut adalah Azis Syamsuddin yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Golkar sendiri dikenal sebagai partai yang anti terhadap korupsi.

Awal muncul  Golkar munucl dari kolaborasi gagasan tiga tokoh, Soekarno, Soepomo, dan Ki Hadjar Dewantara.

Ketiganya, mengajukan gagasan integralistik-kolektivitis sejak 1940.

Lambang Partai <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/golkar' title='Golkar'>Golkar</a>
Lambang Partai Golkar (Istimewa)

Saat itu, gagasan tiga tokoh ini mewujud dengan adanya Golongan Fungsional. Dari nama ini, kemudian diubah dalam bahasa Sansekerta sehingga menjadi Golongan Karya pada 1959.

Hingga kini, Golongan Karya dikenal dalam dunia politik nasional sebagai Golkar.

Pada dekade 1950-an, pembentukan Golongan Karya semula diorientasikan sebagai perwakilan dari golongan-golongan di tegah masyarakat.

Perwakilan ini diharapkan bisa merepresentasikan keterwakilan kolektif sebagai bentuk ‘demokrasi’ yang khas Indonesia. Wujud ‘demokrasi’ inilah yang kerap disuarakan Bung Karno, Prof Soepomo, maupun Ki Hadjar Dewantara.

Pada awal berdiri, Golkar bukan mewujud sebuah partai, melainkan perwakilan golongan melalui Golongan Karya.

Ide awal Golkar yaitu sebagai sistem perwakilan (alternatif) dan dasar perwakilan lembaga-lembaga representatif.

Tahun 1957 adalah masa awal berdirinya organisasi Golkar. Pada waktu itu sistem multipartai mulai berkembang di Indonesia. Golkar sebagai sebuah alternatif merupakan organisasi yang terdiri dari golongan-golongan fungsional.

Golkar juga memiliki tujuan untuk membangun organisasi masyarakat atau ormas. 

Golkar beralih menjadi sebuah partai politik ketika Bung Karno yang bertindak sebagai konseptor dan Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution yang berfungsi sebagai penggerak, bersama dengan Angkatan Darat, mengubah Golkar sebagai sebuah partai politik untuk melawan PKI.

Hal ini bertentangan dengan konsep awal Golkar yang menolak konsep partai dan PKI yang menuntut perbedaan kelas. 

Golkar memiliki konsep untuk menumbuhkan persatuan dan kerjasama.

Akhirnya, Golkar yang anti partai runtuh menjadi sebuah partai. Ide Golkar yang awalnya menghancurkan partai-partai yang ada, justru menjadi sebuah partai yang eksis hingga saat ini.

Partai Golongan Karya sebelumnya bernama Golongan Karya dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), adalah sebuah partai politik di Indonesia.

Partai Golkar bermula dengan berdirinya Sekber Golkar di masa-masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno.

Tepatnya tahun 1964 oleh Angkatan Darat digunakan untuk menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia dalam kehidupan politik.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/golkar' title='Golkar'>Golkar</a> Ir Airlangga Hartarto membuka kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pendidikan politik. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 pimpinan DPRD, ketua fraksi DPRD dari tingkat kabupaten/kota sampai provinsi se-Sulawesi, Senin (9/8/2020).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ir Airlangga Hartarto membuka kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pendidikan politik. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 pimpinan DPRD, ketua fraksi DPRD dari tingkat kabupaten/kota sampai provinsi se-Sulawesi, Senin (9/8/2020). (Istimewa.)

Golkar merupakan partai yang telah dirintis sejak zaman Orde Lama. Kehadirannya di masa Orde Baru dalam rangka pembaruan politik di Indonesia. Pada Pemilu 3 Juli 1971, Sekber Golkar memperoleh 62,8 % suara sehingga mendapatkan 236 dari 360 kursi anggota dalam DPR.

Jumlah kursi ini masih ditambah dengan 100 kursi yang akan diisi anggota yang diangkat pemerintah. Jumlah suara terbesar partai 18,7 % diperoleh NU, sedang PNI hanya mendapatkan 6,9 % dan Permusi, penerus Masyumi hanya 5,4%.

Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), merupakan partai politik di Indonesia.

Partai Golkar didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 oleh Soeharto dan Suhardiman.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved