Breaking News:

Azis Syamsuddin Tersangka

Golkar Tetap Bela Azis Syamsuddin, Junjung Tinggi Asas Praduga tak Bersalah

Kader Partai Golkar kembali tersangkut kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Bahkan, kader tersebut yakni Azis Syamsuddin

Editor: Aswin_Lumintang
tribunnews
Suap Rita Widyasari, KPK Terus Cari Bukti Keterlibatan Azis Syamsuddin 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kader Partai Golkar kembali tersangkut kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Bahkan, kader tersebut yakni Azis Syamsuddin saat ini sedang menjabat Wakil Ketua DPR RI.

DPP Partai Golkar tetap menjunjung tinggi asas hukum praduga tak bersalah terhadap kadernya yang tersangkut kasus KPK yakni Azis Syamsuddin.

Ketua DPP Partai Golkar, Adies Kadir menyebut partainya akan tetap memegang asas tersebut sebelum putusan pengadilan.

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (9/6/2021). Azis Syamsuddin diperiksa KPK selama 8 jam sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penghentian kasus yang menyeret penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (9/6/2021). Azis Syamsuddin diperiksa KPK selama 8 jam sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penghentian kasus yang menyeret penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Hal itu disampaikan Adies dalam peryataan resmi DPP Partai Golkar di Kantor Fraksi Partai Golkar, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

"Partai Golkar selalu menjunjung tinggi asas hukum 'Praduga Tak Bersalah (presumption of innocent)', dimana setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap," kata Adies.

Adies juga mengatakan Partai Golkar akan memberikan bantuan hukum melalui badan advokasi hukum dan HAM terhadap seluruh kader Partai Golkar yang menghadapi permasalahan hukum dalam berbagai kasus.

Namun tentunya apabila bantuan hukum tersebut diminta oleh kader.

"Jika kader Partai Golkar yang bersangkutan ternyata telah menunjuk penasehat hukum lain dalam menghadapi permasalahan hukumnya, maka Partai Golkar akan tetap mengamati dan mengawal perkembangan kasus hukum yang dihadapi oleh kadernya," jelas Adies.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Azis Syamsuddin (AZ) sebagai tersangka.

Politikus Partai Golkar itu dijerat KPK dalam kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

"Dengan telah dilakukannya pengumpulan berbagai bahan keterangan mengenai dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK melanjutkan ke tahap penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK sejak awal September 2021 meningkatkan status perkara ini ke penyidikan dengan mengumumkan tersangka AZ," ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

Azis diduga KPK menyuap eks penyidik KPK Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain untuk menghentikan perkara yang melibatkan Azis dan kader Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 06.00 WIB, Seorang Sopir Tewas Seketika, Korban Tertimbun Pasir yang Dimuatnya

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Besok Minggu (26/9/2021), Ini Daftar Wilayah yang Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Suap yang diterima Robin dan Maskur dari Azis dilakukan secara bertahap, yaitu Rp200 juta, 100.000 dolar AS, 17.600 dolar Singapura, 140.500 dolar Singapura.

Atas perbuatannya tersebut, Tersangka AZ disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Golkar Akan Beri Bantuan Hukum untuk Azis Syamsuddin, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/09/25/golkar-akan-beri-bantuan-hukum-untuk-azis-syamsuddin.
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved