Breaking News:

Pemkab Minsel Minta Warga Tak Undang Tamu saat Pengucapan Syukur

Dalam Surat Edaran ini, Bupati Minsel, juga meminta seluruh warga Minsel untuk tidak menciptakan kerumunan.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Charles Komaling
rul mantik
Franky Donny Wongkar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perayaan Pengucapan Syukur di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ditetapkan pada Minggu (26/9/2021).

Namun, perayaan Pengucapan, sebutan warga Minsel, tidak dilaksanakan seperti biasanya. Surat Edaran Bupati Minsel, Nomor 455/BMS.Bg-KESRA/IX-2021 menegaskan, warga Minsel dilarang mengundang tamu saat perayaan Pengucapan Syukur.

"Dengan tidak mengurangi rasa syukur atas anugerah dan penyertaan Tuhan yang maha esa, maka demi keamanan dan keselamatan bersama, dengan ini mengimbau seluruh jemaat/masyarakat di masa pandemi Covid-19, dilarang mengundang/menerima tamu," kata isi Surat Edaran Bupati Minsel yang telah ditandatangani oleh Bupati Franky Donny Wongkar.

Selain larangan menerima tamu, Surat Edaran Bupati Minsel ini, melarang warga melakukan pertemuan silaturahmi atau pertemuan fisik.

"Pertemuan dapat dilakukan melalui fasilitas alat elektronik atau media sosial," tulis surat edaran.

Dalam Surat Edaran ini, Bupati Minsel, juga meminta seluruh warga Minsel untuk tidak menciptakan kerumunan.

"Pengucapan Syukur dirayakan secara sederhana, dengan tidak menyesiakan makanan dan minuman, kecuali untuk anggota keluarga sendiri," tulis Surat Edaran.

Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar, ketika dikonfirmasi mengatakan, Surat Edaran ini dibuat setelah dia dan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) dengan Forkopimda.

"Setelah dilakukan pertemuan dengan semua pihak, kemudian dilalukan rapat koordinasi, barulah Surat Edaran itu dibuat dan disosialisasikan," kata Franky Wongkar.

Intinya, jelas Franky Surat Edaran ini dibuat untuk pencegahan penambahan kasua Covid-19 di Minsel.

"Sekarang kan masih masa pandemi Covid-19. Langkah kita yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Itulah alasan dibuatnya surat edaran ini," tandas Franku Womgkar.

Harapan dia, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat si Minsel, dapat mengatasi Covid-19 secara berangsur-angsur.

"Doa dan kerja keras yang kita lakukan, pasti akan berbuah baik. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu," pungkas Franky.

Kendati sudah ada surat edaran, namun para pemerhati kesehatan masyarakat masih khawatir akan ada pelanggaran protokol kesehatan saat perayaan Pengucapan Syukur.

"Tahun lalu kan ada pembatasan, tapi tetap saja ada warga yang melanggar. Semoga kali ini warga Minsel lebih cerdas menjalankan protokol kesehatan," kata Jerry Lumenta. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved