Breaking News:

Partai Demokrat

Gejolak Demokrat 'Begal Politik' Kubu Moeldoko, Kini Bermanuver Lobi Yusril Ihza Mahendra Lawan AHY

Kabar terbaru konflik Partai Demokrat. Kubu Moeldoko menggandeng sosok advocat terkenal tanah air yakni Yusril Ihza Mahendra untuk melawan AHY.

Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com
Partai Demokrat Kubu Moeldoko. Kini bermanuver gandeng Yusril Ihza Mahendra untuk Pengajuan ke MA. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Konflik dalam Partai Demokrat hingga kini masih terus berlanjut.

Terbaru, kubu Moeldoko menggandeng sosok advocat terkenal tanah air yakni Yusril Ihza Mahendra untuk pembenaran judicial review AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020.

Manuver kubu Moeldoko itu pun ditanggapi kubu AHY.

Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto dari kubu AHY menilai, kubu Moeldoko mencari pembenaran ke Mahkamah Agung atas aksi " begal politik " yang mereka lakukan.

Partai <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/demokrat' title='Demokrat'>Demokrat</a> Kubu <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/moeldoko' title='Moeldoko'>Moeldoko</a>. Kini bermanuver gandeng <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/yusril-ihza-mahendra' title='Yusril Ihza Mahendra'>Yusril Ihza Mahendra</a> untuk melawan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kubu-ahy' title='kubu AHY'>kubu AHY</a>.

(Foto: AHY dan jajarannya di Partai Demokrat. Terbaru, Partai Demokrat Kubu Moeldoko. Kini bermanuver gandeng Yusril Ihza Mahendra untuk melawan kubu AHY. (Tribunnews.com)

Didik Mukrianto merespons langkah kubu Moeldoko yang menggandeng advokat Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review atau uji materi atas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat Tahun 2020.

"Dengan menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara, gerombolan Moeldoko sedang mencari pembenaran ke MA agar dapat melegalkan ‘ begal politik ’ yang mereka lakukan," kata Didik dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Menurut Didik, upaya tersebut dilakukan kubu Moeldoko untuk mencari pembenaran atas terselenggaranya kongres luar biasa (KLB) pada Maret 2021 yang disebutnya dihadiri peserta abal-abal.

Anggota Komisi III DPR itu pun menilai uji materi yang diajukan kubu Moeldoko masih saja mempermasalahkan Surat Keputusan Menkumham atas pengesahan AD/ART Partai Demokrat yang dikeluarkan pada Mei 2020.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved