Breaking News:

Kasus di Desa Pakuure

Kasus Penganiayaan hingga Tangan Putus Diduga Balas Dendam, Korban Pernah Sayat Leher Tersangka

"Waktu itu kasusnya cukup heboh, sebab Benya menganiaya Panjul dengan cara menyayat belakang leher Panjul."

Penulis: Rul Mantik | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Andrew Pattymahu
Kapolres Minsel AKBP Norman Sitindaon. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kasus penganiayaan korban Benyamin Pangkey (49), warga Desa Pakuure, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengungkap fakta baru.

Informasi berhasil dirangkum di lokasi kejadian, aksi tersangka Panjul (47), warga Pakuure Dua terhadap Benyamin, diduga karena dendam.

Dikatakan warga, beberapa tahun silam, tersangka Panjul pernah bermasalah dengan korban Benyamin.

Saat itu, sebut informasi warga, Benyamin menganiaya Panjul memakai senjata tajam.

"Waktu itu kasusnya cukup heboh, sebab Benya menganiaya Panjul dengan cara menyayat belakang leher Panjul," aku warga yang meminta namanya tidak dipublikasi, saat ditemui wartawan Tribun Manado di lokasi kejadian, Rabu (22/9/2021).

Luka sayatan di leher Panjul, kata warga, cukup dalam. Bahkan sampai kandas di tulang belakang leher.

Akibat penganiayaan itu, Panjul dirawat selama hampir 2 bulan di rumah sakit, karena luka sayatannya cukup dalam.

Meski mendapat penganiayaan itu, kata warga, Panjul tidak membuat laporan polisi.

Dari cerita warga, usai melakukan penganiayaan itu, Benya sempat keluar daerah dan memperdalam ilmu kerohaniannya.

Sesudah itu, Benya melayani satu sidang jemaat di wilayah Ambon. Namun, karena suatu hal, dia kembali lagi ke Pakuure dan berprofesi sebagai penarik ojek.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved