Breaking News:

Berita Minsel

Cerita Saksi saat Warga Desa Pakuure Ditebas Kedua Tangan Hingga Putus, Diancam saat Menghalangi

Cerita saksi mata aksi penganiayaan terhadap warga Pakuure, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Ventrico Nonutu
Tribun Manado / Rul Mantik
Suasana halte TKP penganiayaan Benyamin Pangkey hingga kedua tangannya putus. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus penganiayaan korban Benyamin Pangkey, ramai dikunjungi warga.

Penganiayaan yang mengakibatkan putusnya kedua tangan korban pada Selasa (21/9/2021) kemarin, sempat gemparkan jagad maya.

Tidak sedikit warga yang datang di halte ojek depan Kantor Camat Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara, lokasi penganiayaan warga Desa Pakuure Tiga itu.

Baca juga: HUT ke-57 Provinsi Sulawesi Utara, Wawali Tomohon Wenny Lumentut: Sulut Hebat Makin Jaya

Saksi yang paling dekat saat peristiwa terjadi, James Matheos mengatakan, kejadian itu terjadi sangat cepat.

"Sore itu Panjul (tersangka) dan Benya (korban), bertemu di halte. Dalam seketika Panjul mencabut parang dan menebas tangan kiri Benya yang masih duduk di atas sepeda motor," kata James, menceritakan peristiwa itu.

Setelah mendapat tebasan, korban Benyamin Pangkey, roboh bersama sepeda motor yang dia kendarai.

Saksi berupaya menghalangi tersangka dengan merangkulnya dan meminta menghentikan aksinya itu.

Namun, saksi terpaksa melepaskan rangkulannya karena dia diancam akan diserang jika menghalangi aksinya itu.

"Lepaskan saya atau kamu juga saya hajar," kata James menirukan bentakan tersangka.

Tersangka kembali mendekati tubuh Benyamin Pangkey dan hendak menebas bagian leher korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved