Breaking News:

Berita Nasional

Sosok Maman Suryadi, Bantu Irjen Pol Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Ternyata Mantan Pentolan FPI

Eks petinggi FPI yang membantu Irjen Napoleon merupakan eks Panglima Laskar FPI Maman Suryadi (MS)

Editor: Alpen Martinus
Front TV
Eks FPI Maman Suryadi 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Irjen Napoleon Bonaparte mendadak ramai dibicarakan, lantaran ia diduga menganiaya Muhammad Kece tersangka kasus penistaan agama.

ia bahkan mengaku bertanggungjawab terhadap kejadian tersebut, lantaran menurutnya telah menista agama Islam.

Dalam melakukan aksinya ia mengaku dibantu oleh seorang lelaki bernama Maman Suryadi.

Baca juga: Ternyata Irjen Napoleon Bonaparte Dibantu Eks Petinggi FPI Maman Suryadi Menganiaya Muhammad Kece

Irjen Napoleon Bonaparte (kiri) dan YouTuber Muhammad Kece (kanan). Pelaku penganiayaan Muhammad Kece ternyata adalah Irjen Napoleon Bonaparte.
Irjen Napoleon Bonaparte (kiri) dan YouTuber Muhammad Kece (kanan). Pelaku penganiayaan Muhammad Kece ternyata adalah Irjen Napoleon Bonaparte. (Tribunnews/Youtube)

Identitas eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) yang membantu Irjen Napoleon Bonaparte saat menganiaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyampaikan eks petinggi FPI yang membantu Irjen Napoleon merupakan eks Panglima Laskar FPI Maman Suryadi (MS).

"Salah satunya adalah napi yang membantu dalam kasus yang melibatkan organisasi eks FPI. Iya betul, inisialnya M (Maman Suryadi)," kata Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Selasa (11/9/2021).

Andi menjelaskan Maman Suryadi merupakan narapidana yang terlibat kasus kerumunan yang berujung pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Baca juga: Ingat Irjen Pol Napoleon Bonaparte? Masih Terpidana Suap Joko Tjandra, Kini Jadi Tersangka Aniaya

Sebaliknya, kata Andi, dua napi lain yang juga turut membantu Irjen Napoleon merupakan napi terkait kasus pertanahan.

"Yang dua lainnya tidak ada kaitan dengan FPI. 2 lagi itu untuk tahanan dalam kasus pidana umum terkait masalah pertanahan," jelasnya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan Irjen Napoleon sengaja membawa tiga napi lainnya untuk bisa membantunya saat insiden penganiayaan tersebut. Hal ini bertujuan memperlemah kondisi korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved