Breaking News:

Politeknik

Politeknik Negeri Manado Beri Pelatihan Pengelolaan Administrasi Keuangan ke Desa Tiwoho

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melakukan sosialisasi di Desa Tiwoho, Wori, Minahasa Utara

Editor: Chintya Rantung
Ist
Sosialisasi Pengelolaan Administrasi Keuangan Desa pada Perangkat di Desa Tiwoho, Wori, Minahasa Utara, Kamis (16/09/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melakukan sosialisasi di Desa Tiwoho, Wori, Minahasa Utara, Kamis (16/09/2021).

Kegiatan PKM ini bertajuk Sosialisasi Pengelolaan Administrasi Keuangan Desa pada Perangkat Desa Tiwoho Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara.

Desa Tiwoho telah menjadi mitra dengan Polimdo melalui Pusat Penelitian Pengabdian pada Masyarakat (P3M) PKM, di mana desa ini sebagai desa binaan dan telah dilakukan peningkatan kemitraan dengan MoU di ke dua belah pihak.

"Dari kerja sama ini, kami tim pengabdian menjadikan mitra untuk melakukan pengabdian pada masyarakat, dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan serta pembimbingan dengan tujuan memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah pegelolaan administrasi desa khususnya pada sistem penyimpanan dokumen dan pengelolaan laporan keuangan desa," tulis Ketua Tim PKM Jufrina Mandulangi melalui rilis kepada Tribunmanado.co.id.

Jufrina Mandulangi memberikan materi Pencatatan Surat Masuk dan Surat Keluar dengan Sistem buku Agenda dan Buku Ekspedisi.

Ia dibantu Christien Adriani Karambut dengan materi Cara Membuat Proposal Kegiatan Desa, Deky E W Mundung sebagai Koordinator Program Studi Adminstrasi Bisnis dengan materi Penyusunan Laporan Keuangan yang meliputi Pembuatan Buku Kas Umum, Buku Kas Pembantu Pajak, dan Silvy T Sambuaga dengan materi tentang Administrasi Desa.

Peserta dalam pelatihan ini terdiri dari 14 Orang Perangkat Desa serta beberapa Mahasiswa Jurusan Adminstrasi Bisnis Polimdo yang tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Jufrina, selama ini dalam pengelolaan administrasi pemerintah desa belum efektif, seperti sistem penyimpanan dokumen/arsip desa yang belum mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2012, pengelolaan surat masuk dan surat keluar belum menggunakan buku agenda dengan tepat, dan belum memahami dengan baik tentang pembuatan proposal kegiatan desa.

Kemudian, pihak pemerintah desa juga masih meminta bantuan kepada pihak lain yang memahami pengelolaan keuangan desa.

Ia berharap, pelatihan ini bisa menjadi perbaikan pengelolaan administrasi keuangan desa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved