Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Ingat Mohd Shahril? Dulu Menentang Keras Vaksinasi Covid 19, Kini Menyesal Sang Istri Meninggal

Mohd Shahril Hakimi Hamdan merupakan warga Malaysia yang mengaku antivaksinasi. Pria tersebut tidak percaya adanya virus.

Editor: Alpen Martinus
EVA.VN
Hamdan kini sendirian merawat 7 anaknya 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Awal vaksinasi dilakukan, banyak sekali masyarakat yang menolak.

Hal tersebut pun dilakukan oleh Mohd Shahril Hakini Hamdan warga Malaysia.

Ia dulu sangat anti terhadap vaksinasi Covid 19 yang dilakukan oleh pemerintah.

Baca juga: Wanita Ini Usir Seorang Pelayat, Teriaki Teman Palsu dan Singgung Soal Utang

Hamdan bersama 7 anaknya
Hamdan bersama 7 anaknya (EVA.VN)

Vaksinasi Covid-19 di dunia menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat.

Namun, setidaknya pengalaman pria bernama Mohd Shahril Hakimi Hamdan (41) ini bisa menjadi pelajaran penting.

Mohd Shahril Hakimi Hamdan merupakan warga Malaysia yang mengaku antivaksinasi.

Pada awalnya, pria tersebut tidak percaya adanya virus.

Baca juga: Sosok Audrey Cheyenne Gadis yang Nikahi Kakek Duda 61 Tahun, Ngaku Cinta Pada Pandangan Pertama

Ia juga keras menentang vaksinasi terhadap Covid-19 untuk seluruh keluarganya.

Namun pandangan kerasnya itu berubah setelah peristiwa kelam merenggut kebahagiaan keluarganya.

Dilansir dari Eva.vn Minggu 19 September 2021, pada 4 Agustus lalu istri Hamdan yang bernama Hasmira Hussain (38) dirawat di rumah sakit.

Hasmira divonis terinfeksi Covid-19 padahal saat itu ia tengah hamil 7 bulan.

Baca juga: Segini IPK Siti Adira Kania Anak Ikke Nurjanah, Lulus Cum Laude di Fakultas Hukum

Sebelumnya, Hamdan memperhatikan istrinya mengalami beberapa gejala seperti batuk terus-menerus dan kehilangan indra penciuman.

Namun Hamdan tak pernah mengira jika istrinya positif Covid-19.

Karena Hasmira sedang hamil, dokter yang memeriksanya menjadi waspada.

Terinfeksi Covid-19 dalam kondisi hamil memang lebih berisiko, bisa menyebabkan masalah serius baik bagi ibu maupun janin.

Pada tanggal 7 Agustus 2021, dokter memberitahu Hamdan jika kondisi istrinya memburuk.

Ia harus segera dipasangi ventilator.

Sebelum itu, Hasmira sempat menelepon suaminya.

Ia seperti tahu kematian tengah mengintainya.

Kepada suami dan anak-anaknya, Hasmira mengajarkan secara singkat bagaimana cara merawat bayi baru lahir.

Hasmira berjaga-jaga jikalau nanti ia tak selamat dan harus melahirkan bayinya lebih cepat.

Pemikiran Hasmira ternyata benar.

Tak lama setelah itu, dokter memutuskan mengeluarkan bayi Hasmira melalui operasi caesar.

Meski harus lahir prematur, tindakan ini bisa meringankan penderitaan Hasmira, membantu menyelamatkan nyawa ibu dan anak.

Pada 9 Agustus, Hamdan sendiri dinyatakan positif Covid-19, begitu pun 5 dari 6 anaknya.

Namun pada 20 Agustus, kabar duka itu datang.

Hasmira meninggal dunia karena tidak mampu mengatasi gejala berat akibat Covid-19.

Yang memilukan hati, ia belum sempat melihat bayinya yang baru saja lahir.

Meninggalnya sang istri membuat Hamdan terkejut dan menyesal.

"Saya sangat antivaksinasi karena saya tidak percaya pada virus itu sampai dia menyerang keluarga saya sendiri.

Ketika melihat istri menunjukkan beberapa gejala, saya membawanya ke Nilai Helath Clinic.

Saya kaget dia dinyatakan positif, tapi saya tidak bisa apa-apa.

Keesokan harinya putra saya lahir, tapi istri meninggal," ceritanya.

Hamdan awalnya optimis sang istri akan sembuh, tapi dia salah.

Saat mendengar kabar duka itu, Hamdan mengaku sangat terpukul.

"Selama 21 tahun hidup dengan istri saya, dia mengurus segala sesuatu dalam keluarga termasuk anak-anak.

Ketika keadaan menjadi seperti ini saya benar-benar tidak tahu bagaimana mengurus anak-anak sendirian.

Untungnya anak-anak pengertian dan rajin membantu bapaknya."

Setelah kisah keluarga ini tersebar, 10 orang datang ke rumah ingin mengadopsi anak Hamdan yang baru lahir.

Namun pria 41 tahun ini tak mau memberikan anaknya.

"Sesulit apapun saya akan tetap merawatnya."

Kini Hamdan tak lagi antivaksin dan sedang menunggu untuk vaksinasi tahap kedua. (TribunTrends.com/Galuh Palupi)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Suami di Malaysia Ini Dulu Antivaksin, Kini Menyesal Usai Istri Meninggal dan Ia Harus Rawat 7 Anak

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved