Breaking News:

Kabar Papua

Sosok Agithia Mirza Pilot Pesawat Rimbun Air yang Jatuh di Papua, Berpengalaman, Eks Penerbang TNI

Mengenal Pilot Agithia Mirza yang meninggal dalam kecelakaan pesawat Rimbun Air di Intan Jaya, Papua. Pilot berpengalaman dan pernah tugas di TNI AU.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Sosok Agithia Mirza, Pilot Pesawat Rimbun Air yang Jatuh di Papua. Pilot Berpengalaman, mantan Penerbang AURI/TNI AU. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Agithia Mirza pilot pesawat Rimbun Air yang jatuh di wilayah Intan Jaya, Papua.

Agithia Mirza merupakan salah satu lulusan Sekolah Penerbang TNI AU IDP/ISDP.

Agithia Mirza dinyatakan menjadi korban kecelakaan pesawat yang membawa barang kargo tersebut.

Kepada Tribun-Papua.com, informasi tersebut dibagikan dari pihak keluarga Kamis (16/9/2021).

Dalam database redchevron.com, nama Agithia Mirza tertulis jelas pada urutan 4.

Korban <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kecelakaan' title='kecelakaan'>kecelakaan</a> Pesawat <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/rimbun-air' title='Rimbun Air'>Rimbun Air</a> yang jatuh di wilayah Gunung Wabu, Intan Jaya, Papua.

(Foto: Korban kecelakaan Pesawat Rimbun Air yang jatuh di wilayah Gunung Wabu, Intan Jaya, Papua. Salah satunya Pilot Agithia Mirza./Tribun Papua)

Informasi singkat yang dibagikan perwakilan keluarga, menyebutkan almarhum bertugas pertama kalinya di AURI ( TNI AU ), selama 10 tahun.

Kemudian sempat beralih ke Maskapai Merpati selama 17 tahun dan berpindah ke Aviastar dan terakhir di Rimbun Air.

Sebelumnya diketahui, Rabu, (15/9/2021) Pesawat Rimbun Air dikabarkan mengalami kecelakaan di wilayah Pegunungan Wabu Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Pesawat yang dipiloti oleh kapten Agithia Mirza tersebut, jatuh usai lepas landas dari Bandara Douw Aturure Kabupaten Nabire, menuju Kabupaten Intan Jaya Papua.

Diketahui dalam pesawat tersebut, selain Kapten Agithia Mirza, terdapat juga Fajar selaku kopilot, dan Iswahyudi sebagai teknisi.

Dalam kesempatan itu, pesawat Rimbun Air PK OTW yang diawaki Kapten Agithia Mirza, hanya membawa sembako dan bahan material bangunan.

Ponsel Pilot Mirza Masih Aktif saat Dihubungi

Aparat gabungan polisi dan TNI bersama tim SAR masih mencari lokasi keberadaan pesawat Rimbun Air PK OTW yang hilang kontak di Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (15/9/2021) pagi.

Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengungkapkan, telepon seluler pilot yang membawa pesawat masih aktif.

"HP pilot masih aktif, hanya ditelepon tidak diangkat, semoga saja pilot dan krunya semua masih hidup,

itu harapan kami," kata Sandi saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (15/9/2021) pagi.

Pesawat Rumbun Air PK OTW yang dipiloti Mirza dan Fajar sebagai copilot hanya membawa Iswahyudi selaku teknisi.

Selain itu, polisi mendapatkan beberapa informasi yang masih simpang siur dari masyarakat mengenai keberadaan pesawat berbadan kecil tersebut.

"Informasi masih simpang siur, apa dia ada di Homeyo atau di dekat bandara," katanya.

Pesawat <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/rimbun-air' title='Rimbun Air'>Rimbun Air</a> jatuh di wilayah Gunung Wabu, Intan Jaya, Papua.

(Foto: Pesawat Rimbun Air jatuh di wilayah Gunung Wabu, Intan Jaya, Papua. /Tribun Papua)

Menurut Kapolres, ada masyarakat dari Distrik Homeyo yang mengaku sempat mendengar suara dentuman.

"Masyarakat Homeyo mengaku sempat mendengar suara ledakan, tapi informasi ini masih belum bisa pastikan benar atau tidak," kata Sandi.

Pesawat yang tengah membawa bahan bangunan tersebut, lepas landas dari Bandara Nabire pada pukul 06.40 WIT.

Kontak terakhir antara pilot dengan petugas Airnav Sugapa berlangsung pada pukul 07.30 WIT.

Umumnya waktu tempuh penerbangan dari Nabire ke Sugapa sekitar 40 menit.

Bandara Bilorai Sugapa, merupakan salah satu bandara di Papua yang berada di tepian jurang dan landasannya hanya sepanjang 600 meter.

Sehingga hanya pesawat berbadan kecil yang bisa mendarat di lokasi tersebut.

Jatuh Bukan karena Ditembak OPM

Pemerintah Daerah Intan Jaya ungkap penyebab Pesawat Rimbun Air jatuh pada Rabu (14/9) kemarin.

Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya membantah insiden jatuhnya pesawat Rimbun Air yang terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua akibat dari serangan Tentara Pembebasan Nasional atau Organisasi Papua Merdeka ( TPN / OPM ).

Pemda Intan Jaya menyampaikan ini untuk meluruskan spekulasi yang berkembang di masyarakat penyebabt Pesawat Rimbun Air jatuh di Distrik Sugapa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupatan Intan Jaya, Yoakim Mujizau menegaskan jatuhnya Rimbun Air murni karena kecelakaan akibat cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Bandara Bilogai

"Kami tegaskan bahwa apa yang terjadi pada pesawat Rimbun Air adalah murni kecelakaan dan sementara ini sambil menunggu penelitian lebih lanjut dari pihak berwenang melalui pemeriksaan terhadap Kotak Hitam (Black Box)," kata Yoakim dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).

"Pesawat tersebut alami kecelakaan karena faktor cuaca ekstrem yang terjadi di Bandar Udara Bilogai saat pesawat hendak mendarat," terang dia.

Diterangkan Yoakim, kondisi cuaca ekstrem tersebut berupa awan gelap.

Saat itu pesawat hendak mendarat, sementara pada landasan Bandar Udara Bilogai masih ada satu pesawat terparkir.

Pilot kemudian memutar arah pesawat untuk memastikan kondisi pendaratan aman.

Namun setelah Rimbun Air mengarah kembali ke landasan Bilogai, kondisi cuaca cukup gelap.

Rimbun Air kemudian menabrak gunung dan pepohonan sehingga jatuh ke tanah.

Hal ini terlihat dari kondisi moncong pesawat yang tertanam cukup dalam di tanah.

"Jadi tidak benar dan ini kami tegaskan untuk tidak menduga atau bahkan membangun opini liar bahwa pesawat tersebut ditembak oleh TPN-OPM.

Ini sama sekali tidak benar. Kecelakaan pesawat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPN-OPM," tegas Ketua Tim Mediasi Konflik Penegakan Hukum Wilayah Intan Jaya ini.

Sementara soal proses evakuasi, Pemda Intan Jaya mengakui temui kesulitan lantaran jalur evakuasi hanya bisa ditembus lewat darat.

Sehingga memakan waktu cukup lama untuk evakuasi.

Pemda Intan Jaya menegaskan tidak benar jika ada opini seakan proses evakuasi berlangsung dramatis karena daerah jatuhnya pesawat merupakan kawasan yang dikuasai TPN-OPM.

Termasuk soal opini bahwa pesawat tersebut membawa bahan makanan untuk prajurit TNI Yonif 501/BY.

Sebab faktanya pesawat Rimbun Air disewa Pemda Intan Jaya untuk mengangkut bahan bangunan berupa semen, triplek, besi dan bahan makanan masyarakat.

"Karena faktanya adalah pesawat tersebut dipakai oleh Pemda Intan Jaya untuk mengangkut bahan bangunan berupa semen, Triplek, besi, dan bahan makanan untuk masyarakat," ujar dia.

"Sekali lagi kami ingin menyampaikan bahwa kejadian ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPN-OPM," pungkas Yoakim.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Pilot Rimbun Air yang Jatuh di Papua, Agithia Mirza Mantan Penerbang TNI AU, https://papua.tribunnews.com/2021/09/16/pilot-rimbun-air-yang-jatuh-di-papua-agithia-mirza-mantan-penerbang-tni-au.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved