Berita Sulut

Olly Dondokambey Kans Masuk Menteri Jokowi, Pengamat Politik: Adriana dan Robby Masuk Radar Wagub

Menurut Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka munculnya spekulasi Olly Dondokambey akan menjadi Menteri Jokowi semakin menarik dicermati.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Gubernur Sulut Olly Dondokambey
Olly Dondokambey saat menemui Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, di Jakarta, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Adanya Isu Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang dikabarkan akan masuk dalam Kabinet Jokowi mendapat respon dari berbagai kalangan. 

Di antarannya, Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka.

Menurutnya munculnya spekulasi Olly Dondokambey akan menjadi Menteri Jokowi semakin menarik dicermati.

"Jika Olly akan ditarik masuk dalam kabinet sebagai Menteri kemudian Wakil Gubernur menjadi Gubernur, pertanyaannya siapa yang akan mengisi kursi Wakil Gubernur?"

"Tentu hal ini akan menimbulkan berbagai spekulasi," jelas Tumbelaka kepada Tribun Manado.

Tumbelaka mengatakan, saat ini memang telah muncul berbagai spekulasi siapa yang akan mengisi kursi Wagub Sulut.

Sebut saja Diana Dondokambey dan Robby Dondokambey masuk 'radar' sebagai bakal calon pengisi kekosongan Wakil Gubernur, walaupun ada sejumlah nama lain seperti Andi Silangen, James Sumendap, Roy Roring dan lainnya.

"Nah jika nantinya benar OD akan menjadi menteri, dan Diana Dondokambey dan Robby Dondokambey mengisi posisi Wakil Gubernur, maka muncul spekulasi Sekprov definitif akan berpeluang dari BMR atau Nusa Utara," beber Tumbelaka. 

Hanya, kata Tumbelaka, sampai saat ini belum jelas apakah terjadi power sharing kekuasaan sebagai upaya mewujudkan harmoni politik pada Sekda definitif.

"Peluang itu bisa saja terjadi namun masih menunggu proses, dikarenakan sampai sekarang belum ada proses penggantian calon Sekprov, maka kemungkinan besar akan terjadi penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) atau Sekprov sementara dan nampaknya peluang terbesarnya akan jatuh ke birokrat senior AG Kawatu," sebut Tumbelaka.

Dikatakannya, Untuk Sekprov definitif masih akan berproses namun belum pasti terjadi power sharing karena memang bukan suatu keharusan. 

"Namun siapapun Sekprov Sulut yang nantinya akan menjabat akan ditentukan kapabilitas dan aksebilitas dikarenakan tugas Sekprov kedepan akan semakin berat terlebih di masa pandemi," terang Tumbelaka.

Dirinya menekankan, bahwa jabatan sekretaris Daerah (Sekda) termasuk Sekretaris Daerah Propinsi (Sekprov) adalah jabatan strategis dan bergengsi.

"Strategis karena adalah jabatan yang mengatur semua birokrasi dan ASN serta menjembatani hubungan birokrat dengan Pemimpin, baik kepala daerah dan wakil kepala daerah," jelasnya.

Jabatan bergengsi karena merupakan karir puncak dari seorang birokrat. Dapat dikatakan mimpi semua birokrat.

"Jabatan Sekda ini kan sejatinya adalah jabatan karier dari para birokrat, namun  karena ada kepentingan politik maka bergeser menjadi jabatan semi politik."

"Faktor X dari politik menyeruak dan cukup signifikan," ungkap Tumbelaka. 

Sehingga muaranya menjadi jabatan segi tiga politik, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah dan Sekda.

"Khusus di Sulut, jabatan Sekprov Edwin Silangen akan habis pada bulan November 2021, hal ini menjadi tanda tanya siapa Sekprov berikutnya," tutup Tumbelaka. (Mjr)

Apa Itu Long Covid? Kerap Dialami oleh Pasien Pasca Sembuh dari Virus Corona, Ini Cara Mencegahnya

10 Arti Mimpi Tentang Burung Kolibri, Bisa Jadi Anda Tidak dapat Penuhi Impian, Cek Tafsirannya

Ikuti Wisuda UI, Ini Gaya Bupati Minut Joune Ganda

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved