Breaking News:

Berita Minut

Intip Sejarah Biapong Maumbi Minut, Makanan Ala Cina yang Menyebar dengan Filsafat Minahasa

Desa biapong. Itulah sebutan untuk Desa Maumbi di Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulut.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Kios 17, salah satu kios biapong yang beken di Maumbi, Kota Manado, Sulawesi Utara. Kios ini punya banyak pelanggan. Dari Manado, Bolmong, Nusa Utara, Jakarta hingga Jerman dan Belanda. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - desa biapong. Itulah sebutan untuk Desa Maumbi di Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulut.

Sebutan itu disandang lantaran tempat jual biapong bertebaran di tepi jalan serta lorong desa tersebut.

Belakangan, desa Maumbi ditahbiskan secara resmi sebagai desa biapong setelah menang dalam ajang Trisakti Award beberapa waktu lalu.

Dalam lomba desa wisata tersebut, desa Maumbi menonjolkan biapong. Menyebut biapong banyak yang terkejut.

Kok bisa biapong jadi andalan wisata salah satu desa di wilayah sub etnis Tonsea ini ?.

Padahal aslinya berasal dari Cina.

Hukum Tua Desa Maumbi Johni Tanod menuturkan, sejarah biapong di Maumbi bermula dari sebuah kedai yang menjual biapong. Kedai itu mempekerjakan banyak warga setempat.

"Seiring berlalunya waktu, para pekerja ke luar dan mendirikan usaha sendiri. Lama kelamaan usaha biapong kian banyak," kata dia Jumat (17/9/2021).

Jejak sejarah itu, ia menuturkan, dapat ditelusuri dengan rasa biapong Maumbi yang khas dan cenderung sama.

Penularan kemampuan ini mirip filsafat Minahasa yang dipopulerkan Samratulangi Sitou Timou Tumou Tou. "Manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved