Breaking News:

Berita Sitaro

Cuaca Buruk, Jadwal Pelayaran Kapal Penumpang di Sitaro Tertunda

Pelayaran kapal penumpang yang melayani rute dari dan menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro mengalami penundaan mulai Jumat (17/9/2021).

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Vian Hermanses/Tribunmanado.co.id
Salah satu kapal penumpang yang melayani rute pelayaran dari dan menuju Sitaro. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pelayaran kapal penumpang yang melayani rute dari dan menuju Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengalami penundaan mulai Jumat (17/9/2021).

Hal ini diakibatkan cuaca buruk yang melanda wilayah perairan laut Kabupaten Sitaro dan sekitarnya.

Informasi yang diterima Tribunmanado.co.id, KM Expres Bahari yang dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Manado menuju Pelabuhan Tagulandang, Pelabuhan Siau dan Pelabuhan Tahuna batal diberangkatkan karena cuaca buruk.

Begitu pula dengan KM Majestic Kawanua II dari Pelabuhan Tahuna tujuan Pelabuhan Siau, Pelabuhan Tagulandang dan Pelabuhan Manado tidak diberangkatan akibat kondisi serupa.

"Hari ini kapal cepat tidak ada pelayaran baik dari Manado ke Sitaro maupun dari Tahuna ke Sitaro, karena cuaca buruk," kata Yanti, petugas agen Siau melalui sambungan telepon.

Menurutnya, pelayaran kapal cepat yang melayani rute pelayaran dari dan menuju Sitaro kembali berjalan normal pada Senin 20 September 2021.

"Karena memang hari Sabtu dan Minggu tidak ada jadwal pelayaran, baik dari Manado maupun dari Tahuna. Untuk penumpang yang sudah membeli tiket diberikan dua pilihan, dikembalikan biaya tiket atau bisa menunda keberangkatan pada hari Senin," lanjutnya.

Sementara KM Venecian yang bertolak dari Pelabuhan Manado dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Ulu Siau sekira pukul 02.00 Wita baru bisa merapat di Pelabuhan Ulu Siau pukul 08.00 Wita pagi tadi.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya Peringatan Dini Gelombang Tinggi Nomor: ME.01.02/PD/17 /APM/IX/BMKG-2021 dengan narasi terdapat sistem tekanan rendah 1010 hPa di samudra pasifik timur Filipina.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari arah Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot. Sedangkan di Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved