Pertamina

Hati-hati, Salah Pilih BBM Bisa Berakibat Habis Puluhan Juta Rupiah di Bengkel

Penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah yang tidak sesuai jenis kendaraan rupanya bisa berakibat fatal terutama kerusakan pada mesin.

Editor: Chintya Rantung
Pertamina
Kesalahan penggunaan BBM yang tidak tepat berisiko kerusakan mesin lebih cepat. 

“Kalau piston sudah hitam sekali berarti oktannya tidak sesuai karena meledak duluan, dia terbakar duluan jadinya menimbulkan kerak-kerak hitam,” tambahnya.

Bahkan ada beberapa kejadian karena salah satu faktornya adalah kesalahan penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan menyebabkan kendaraan turun mesin sebelum waktunya.

"Kalau sudah turun mesin, kira-kira taksiran biayanya untuk penggantian sparepart yang orisinil di bengkel resmi apabila tidak parah bisa merogoh kocek sampai Rp 15 juta . Kalau kondisinya parah, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 30 juta," ujarnya.

Ia pun mengimbau pengguna kendaraan untuk mempertimbangkan bijak-bijak untuk mimilih dan menggunakan bahan bakar kendaraan.

“Kuncinya jangan sampai bahan bakar yang kita pakai di bawah spesifikasi bahan bakar kendaraan kita. Minimal pas atau lebih tinggi lebih baik," jelasnya lagi.

Angka oktan minimum kendaraan dapat dilihat di kaca bagian belakang mobil atau buku manual kendaraan baik motor atau mobil.

Menggunakan bahan bakar yang sesuai berarti kita menentukan jangka panjang keawetan mesin kendaraan.

"Tapi kalau kita menggunakan BBM oktan rendah, berarti kita sudah harus siap dengan biaya-biaya yang besar dikemudian hari,”terangnya.

Sementara, Area Manager Communcation, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Subholding Commercial & Trading, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan masyarakat kota-kota besar di Sulawesi pun sudah membutuhkan BBM Ramah Lingkungan berkualitas dengan RON tinggi seperti Pertalite dan Pertamax.

Hal ini terlihat dari tren konsumsi BBM khususnya jenis bensin atau gasoline hingga Agustus 2021.

Dia menjelaskan, secara proporsi penggunaan BBM berkualitas seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo di Makassar sendiri sudah mencapai 88 persen dibandingkan konsumsi Premium di kisaran 12 persen.

Proporsi konsumsi total untuk BBM berkualitas dibandingkan konsumsi Premium di kota - kota besar lainnya juga sudah sangat tinggi seperti Kota Gorontalo sudah mencapai 91 persen, Kendari 92 persen, Kabupaten Gorontalo 94 persen, Manado 95 persen dan bahkan Palu mencapai 98 persen.

Laode pun menjelaskan kebanyakan pabrikan kendaraan sekarang sudah menyarankan penggunaan BBM RON 92 setara Pertamax.

Selain direkomendasikan karena teknologi mesin kendaraan sekarang yang sudah injeksi dan turbo, BBM oktan tinggi ini akan membuat mesin memiliki pembakaran yang sempurna sehingga akan lebih ramah lingkungan karena emisi gas buang dapat diminimalisir dan lebih irit.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved