Breaking News:

RHK Rabu 15 September 2021

BACAAN ALKITAB Matius 4:21 - Menjadi Keluarga Pelayan

Murid pertama yang dipilih dan dipanggil oleh Yesus adalah kakak beradik, Simon Petrus dan Andreas saudaranya.

Editor: Aswin_Lumintang
NET
Ilustrasi Holy Bible 

Matius 4:21
TRIBUNMANADO.CO.ID - Murid pertama yang dipilih dan dipanggil oleh Yesus adalah kakak beradik, Simon Petrus dan Andreas saudaranya. Setelah keduanya, murid yang ketiga dan keempat, ternyata sama. Dua-duanya kakak beradik, yakni Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus.

Proses pemanggilannya sama, yakni di tepian pantai Danau Galilea. Profesi para murid juga sama, penjala ikan. Hari pemanggilannya juga di hari yang sama. Cara mereka merespons panggilan pun sama.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SHUTTERSTOCK)

Inilah keunikan sekaligus keajaiban, cara Yesus memilih dan memanggil murid-murid-Nya untuk mengikuti Dia memberitakan Injil. Setelah "berhasil" memenangkan Simon dan Andreas, Tuhan Yesus langsung pergi dan mendapati Yakobus dan Yohanes bersama ayah mereka, Zebedeus. Tuhan Yesus memilih murid-Nya dengan cara-Nya yang luar biasa. Itulah keajaiban dan kekuatan kuasa Allah yang tak mampu dijangkau akal manusia.
Demikian firman Tuhan hari ini.

Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, (ay 21)

Pemanggilan pelayanan kepada para saudara bersaudara atau kakak beradik ini, tidak berarti nepotisme atau KKN. Tidak. Justeru Yesus mau membawa saudara bersaudara dalam keluarga untuk datang kepada Tuhan, agar mereka semuanya diselamatkan secara utuh. Bukan hanya orang perorang dalam keluarga yang diselamatkan dan dimenangkan, tapi semua orang dalam keluarga.

Ketika kakak beradik yang terpanggil sebagai murid Yesus ini meninggalkan rumah, justeru inilah yang membuktikan tak ada nilai KKN sedikitpun. Sebab mereka malah pergi bersama Yesus dan meninggalkan keluarganya. Jadi, bukan untuk keuntungan pragmatis dan egoisme keluarga. Tapi, mereka meninggalkan keluarga dan memilih hidup melayani Tuhan.

Dengan demikian, keluarga tidak diuntungkan secara materi maupun jasmaniah. Tapi justeru keluarga dipakai untuk melayani Tuhan. Keluarga dan jemaat Kristen, haruslah siap sedia melayani Tuhan dan hiduplah hanya untuk kemuliaan nama-Nya.

Itu panggilan Tuhan. Jawab dan ikutilah panggilan itu. Jangan abaikan. Mengabaikan pelayanan berarti mengabaikan Tuhan. Orang yang mengabaikan Tuhan, akan menanggung sendiri akibatnya.
Jika kita mendengar panggilan Tuhan, maka ikutilah itu. Jawablah dengan membawa serta keluarga kita kepada Allah, menjadi hamba Kristus yang setiawan selamanya.

Jadikan keluarga dan diri kita sebagai pangkalan misi Kristus dalam memberitakan Injil-Nya, sehingga hidup kita benar-benar menjadi berkat bagi banyak orang dan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

Maka jadikanlah keluarga kita selalu sebagai teladan dalam pelayanan dan kepelayanan kita kepada Tuhan. Sebagai orangtua, hendaklah kita menjadi teladan bagi anak-anak dalam hal melayani. Sehingga kehidupan orangtua menjadi pandu bagi anak-anaknya dalam melayani Tuhan.

Demikian juga anak-anak. Haruslah setia dan taat kepada apa yang diajarkan orangtua untuk hidup semakin dekat dengan Kristus. Jadilah anak-anak yang setia dan taat melayani Tuhan dalam segala keberadaan hidup kita dan milikilah hati sebagai hamba.

Jika kita terus hidup setia dan taat kepada Kristus, Tuhan Yesus pasti memakai keluarga dan diri kita lebih heran lagi untuk hormat dan kemuliaan nama-Nya yang agung. Amin

DOA: Tuhan Yesus, jadikanlah keluarga kami sebagai keluarga hamba Tuhan yang setia dan taat kepada-Mu, hingga hidup kami terus diberkati Tuhan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved