Breaking News:

Berita Viral

AJI Manado Kecam Penyebar Foto dan Identitas Anak Korban Kekerasan Ayah Kandung

Tersebarkan foto dan identitas anak korban kekerasan akan memperburuk mental dan kehidupan sosial dari korban di kemudian hari

Editor: Finneke Wolajan
Internet
Ilustrasi pelecehan terhadap anak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral di media sosial pengakuan seorang anak perempuan di Sulawesi Utara yang menjadi korban rudapaksa ayah kandungnya.

Sejumlah akun di Facebook maupun Instagram yang memiliki ribuan pengikut turut membagikan video pengakuan sang anak yang meminta tolong.

Beredar pula foto, akun media sosial serta KTP pelaku rudapaksa yang tak lain adalah ayah kandung korban.

Hal ini mendapat kecaman banyak pihak yang mengutuk prilaku tak terpuji sang ayah.

Tak sampai di situ, kecaman pun muncul karena identitas korban yang masih anak di bawah umur ini beredar luar ke publik.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado turut mengecam hal ini.

Ketua AJI Manado Fransiskus Talokon mengatakan pihaknya sangat menyayangkan penyebaran foto dan identitas dari korban kekerasan anak tersebut.

Ia menjelaskan, Kode etik AJI dan kode etik jurnalistik pada umumnya sudah mengatur tentang pentingnya perlindungan privasi korban kejahatan seksual.

Salah satu pasal dalam Kode Etik AJI pada Pasal 5 berbunyi, Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

"Sehingga setiap jurnalis harus melindungi privasi korban kejahatan seksual, dan menggunakan perspektif gender dalam memberitakan kasus kejahatan seksual," kata Talokon, wartawan Harian Metro.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved