Breaking News:

Berita Heboh

Terekam Kamera! 7 Fakta Oknum Dokter di Semarang Diduga Campurkan Cairan ke Makanan Istri Temannya

Berikut fakta-fakta dugaan pelecehan yang diduga dilakukan oknum dokter di Semarang.

Editor: Indry Panigoro
Mirror
ILUSTRASI doker (orang yang dalam foto bukan orang yang dimaksud dalam berita) 

Akibat peristiwa yang dialaminya, korban merasa trauma berat.

Sebagai sarana pemulihan, dia mengunjungi psikolog.

Nia menjelaskan, korban juga sampai harus meminum obat antidepresan.

"Dampak dari tindakan tersebut, korban mengalami trauma berat, gangguan makan, gangguan tidur dan gangguan emosi. Sejak bulan Desember 2020 sampai hari ini korban harus minum obat anti depresan yang diresepkan psikiatri dan pemulihan ke psikolog," bebernya.

5. Kasus dilaporkan ke polisi dan Komnas Perempuan

Peristiwa itu pun dilaporkan korban ke Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Tengah pada Desember 2020.

Nia mengatakan, berkas kasus sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Akan tetapi, jaksa sempat mengembalikan berkas tersebut sebanyak dua kali karena pelaku diminta diperiksakan kejiwaanya.

"LP nya pada bulan Maret 2021. Berkas saat ini dikembalikan jaksa ke penyidik dan saat ini proses pemenuhan petunjuk jaksa. Pelaku menjalani pemeriksaan kejiwaan," tuturnya.

Selain itu, korban korban juga melaporkan kejadian yang dialaminya ke Komnas Perempuan, yang merekomendasikan memberi pendampingan dengan LRCKJHAM pada Desember 2020.

6. Oknum dokter jadi tersangka

Polisi telah menetapkan oknum dokter berinisial DP sebagai tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyampaikan, oknum dokter tersebut telah menjalani pemeriksaan.

"Tersangka dr DP sudah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jateng. Surat penyidikan dan penetapan tersangkanya sudah lengkap," sebutnya.

Dirreskrimum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djuhandani Rahadjo Puro menuturkan, pelaku diduga melakukan tindak pidana dalam Pasal 281 ayat (1) KUHP tentang kesusilaan.

"Barangsiapa sengaja merusak kesopanan di muka umum ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan," ungkapnya, Senin.

Djuhandani menambahkan, berkas perkara kasus bakal dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah setelah pemenuhan petunjuk jaksa.

"Berkas sudah dikirim dan ada P19 petunjuk jaksa. Sesegera mungkin (P21) kalau petunjuk jaksa sudah kita penuhi semua," sambungnya.

7. Berharap dapat segera disidangkan

Nia mengungkapkan, perbuatan oknum dokter tersebut melanggar Rekomendasi Umum PBB Nomor 19 tentang Kekerasan Terhadap Perempuan.

Perbuatan pelaku juga melanggar pasal 281 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kesusilaan.

"Selain itu, pelaku juga telah melanggar Sumpah Dokter," tandasnya.

Ia berharap agar penanganan kasus pelecehan seksual ini berkeadilan gender dan dapat segera disidangkan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor: Dony Aprian, Khairina)

berita heboh

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Fakta Oknum Dokter di Semarang Diduga Lakukan Pelecehan, Campurkan Sperma ke Makanan Istri Teman", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/14/070519078/7-fakta-oknum-dokter-di-semarang-diduga-lakukan-pelecehan-campurkan-sperma?page=all

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved