PT Pertamina

Instruktur Mekanik: Salah Pilih BBM Bisa Berakibat Puluhan Juta Keluar di Bengkel

Pilihan penggunaan bahan bakar dengan pertimbangan ekonomis rupanya bisa membuat kendaraan kita malah jauh lebih boros.

Editor: Rizali Posumah
PT Pertamina
Instruktur Mekanik Honda Sanggar Laut Kota Makassar, Muhammad Arief Munafri. 

“Kalau piston sudah hitam sekali berarti oktannya tidak sesuai karena meledak duluan, dia terbakar duluan jadinya menimbulkan kerak-kerak hitam,” tambahnya.

Arief mengungkapkan bahkan ada beberapa kejadian karena salah satu faktornya adalah kesalahan penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan menyebabkan kendaraan turun mesin sebelum waktunya.

"Kalau sudah turun mesin, kira-kira taksiran biayanya untuk enggantian sparepart yang orisinil di bengkel resmi apabila tidak parah bisa merogoh kocek sampai 15 juta."

"Kalau kondisinya parah, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 30 juta," tambahnya.

Arief pun menghimbau pengguna kendaraan untuk mempertimbangkan bijak-bijak untuk mimilih dan menggunakan bahan bakar kendaraan.

“Kuncinya jangan sampai bahan bakar yang kita pakai dibawah spesifikasi bahan bakar kendaraan kita. Minimal pas atau lebih tinggi lebih baik."

"Angka oktan minimum kendaraan dapat dilihat di kaca bagian belakang mobil atau buku manual kendaraan baik motor atau mobil."

"Kalau kita menggunakan bahan bakar yang sesuai berarti kita menentukan jangka panjang keawetan mesin kendaraan kita."

"Tapi kalau kita menggunakan BBM oktan rendah, berarti kita sudah harus siap dengan biaya-biaya yang besar dikemudian hari,”terangnya.

Area Manager Communcation, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Subholding Commercial & Trading, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan masyarakat kota-kota besar di Sulawesi pun sudah membutuhkan BBM Ramah Lingkungan berkualitas dengan RON tinggi.

"Seperti Pertalite dan Pertamax terlihat dari tren konsumsi BBM khususnya jenis bensin atau gasoline hingga Agustus 2021," ujarnya.

Dia menjelaskan, secara proporsi penggunaan BBM berkualitas seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo di Makassar sendiri sudah mencapai 88% dibandingkan konsumsi Premium di kisaran 12%.

Proporsi konsumsi total untuk BBM berkualitas dibandingkan konsumsi Premium di kota - kota besar lainnya juga sudah sangat tinggi seperti Kota Gorontalo sudah mencapai 91%, Kendari 92%, Kabupaten Gorontalo 94%, Manado 95% dan bahkan Palu mencapai 98%.

Laode pun menjelaskan kebanyakan pabrikan kendaraan sekarang sudah menyarankan penggunaan BBM RON 92 setara Pertamax.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved