Breaking News:

RHK Selasa 14 September 2021

BACAAN ALKITAB   Matius 4:20 - Mengikut Yesus

Meninggalkan jala dan mengikut Yesus. Inilah respons, jawaban atau reaksi panggilan Simon Petrus dan saudaranya Andreas, kepada Yesus

Editor: Aswin_Lumintang
WWW.THOUGHTCO.COM
Renungan 

  Matius 4:20
TRIBUNMANADO.CO.ID - Meninggalkan jala dan mengikut Yesus. Inilah respons, jawaban atau reaksi panggilan Simon Petrus dan saudaranya Andreas, kepada Yesus. Spontan, tanpa pikir panjang, mereka langsung mengiyahkan panggilan mulia ini.

"Meninggalkan jala," sepintas sederhana saja. Padahal, hal ini mengandung makna yang dalam karena ada konsekwensi, risiko serta pengorbanan yang berat dan sangat mahal. Sebab meninggalkan jala berarti meninggalkan kehidupan mereka.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SHUTTERSTOCK)

Karena mata pencaharian mereka adalah menjala ikan. Secara manusia dan hitungan kebutuhan jasmani dan materi duniawi, tidak menjala ikan berarti kehilangan segalanya. Mereka tidak bisa makan karena sumber mata pencahariannya yang sudah ditinggalkan. Biaya hidup keluarga juga pasti habis.

Tapi, itulah yang terjadi pada kedua bersaudara ini. Mereka secara spontan menerima tantangan Tuhan Yesus. Tanpa berpikir banyak, dan tanpa banyak tanya, mereka langsung meninggalkan jalanya dan mengikut Tuhan.
Demikianlah firman Tuhan bagi kita di hari ini.

 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. (ay 20)

Simon Petros dan Andreas, tentu punya keluarga. Mereka tentu menjadi tumpuan hidup keluarga. Sebagai lelaki dalam usia produktif, banyak anggota keluarga membutuhkan tenaga mereka, untuk keberlangsungan hidup mereka. Tapi, mereka lebih memilih mengikut Tuhan dan melepaskan "jala" yang adalah "napas" kehidupan jasmani mereka.

Mereka melepas "napas" itu karena mereka tahu mereka akan pergi bersama Sang Pemberi Napas, yakni Sang Pemberi dan Sumber segala sumber kehidupan manusia. Mereka yakin, jika mereka mengikuti Tuhan, mereka tidak akan kelaparan. Sebab Tuhan pasti menyediakan segala kebutuhan hidup keluarga mereka, menurut cara, kasih, rahmat dan anugerah serta waktu Tuhan yang indah dan luar biasa.

Mereka tahu upah mengikut Yesus, Tuhan kita. Bahwa di dalam Dia, segala sesuatu tidak ada yang mustahil. Segalanya mungkin oleh kuasa kasih-Nya yang dahsyat, ajaib dan luar biasa.

Itulah juga yang akan terjadi bagi kita, pengikut Kristus. Kepengiringan kita kepada-Nya, tidaklah sia-sia.

Pengorbanan kita dalam melayani Dia, pasti diperhitungkan Tuhan. Karena itu, janganlah takut dengan apapun juga. Jangan kuatir. Jangan bimbang dan ragu mengikuti Dia. Sebab upah kita amat sangat besar, baik di bumi maupin di sorga. Sebab bumi dan sorga adalah milik dan ciptaan-Nya. Dialah penguasa semuanya itu.

Jika kita mengikut Tuhan, maka kita akan diberkati-Nya. Dan, sesungguhnya, kitalah yang telah dipilih dan ditetapkan Tuhan menjadi anak-Nya. Kita telah dipanggil-Nya. Karena itu, dengarlah dan turutilah panggilan-Nya itu.

Layanilah Tuhan sesuai dengan karunia serta tugas dan tanggungjawab yang dianugerahkan-Nya bagi kita.
Memang, mengikut Yesus harus memikul salib. Kita harus menderita dan bergumul. Tapi semuanya akan kita lewati dalam kemenangan bersama Kristus. Sebab Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.

Jika kita terus setia mengiring Yesus sampai ke tamat, kita akan menikmati berkat melimpah dari Tuhan di bumi, hidup berkemenangan dan dalam keselamatan serta damai sejahtera di sorga mulia bersama Kristus Tuhan kita. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, teguhkan kami untuk mengikuti-Mu dalam kesungguhan hati, dan kuatkan kami menghadapi setiap tantangan hidup. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved