Penemuan Mayat
Pasangan Suami Istri dan Balita Ditemukan Tewas Tertimbun Pakaian Setelah 2 Hari Menghilang
Para korban adalah Akhmad Saubari (42), sang istri, Sela Pujita (33), dan anak mereka SK
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasangan suami istri dan anak balita ditemukan meninggal tertimbun tumpukan pakaian.
Jenazah ketiga orang ini ditemukan akan pemilik gudang pakaian di Jalan Ratu Zaleha, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Para korban adalah Akhmad Saubari (42), sang istri, Sela Pujita (33), dan anak mereka SK
"Mereka memang bekerja di toko ayah saya," ujar Sari, Anak Pemilik Gudang kepada wartawan, Sabtu (11/9/2021).
Kecurigaan Sari berawal dari ketika AS dan SK tak muncul, bahkan menurut pedagang lainnya, toko sudah tutup selama dua hari.
Karena sangat penasaran, Sari kemudian bergegas pergi ke gudang penyimpanan pakaian.
"Waktu saya tiba di gudang, pintunya dalam keadaan terkunci. Apalagi setelah saya panggil, mereka juga tak ada respons," jelasnya.
Ia kemudian berusaha mengintip dari balik pintu gudang, kemudian mencium aroma yang tidak sedap.
Sari meminta bantuan warga untuk mencongkel pintu gudang.
"Di situlah kami menemukan ketiganya tertimbun pakaian," ungkapnya.
Mengetahui karyawan ayahnya meninggal, Sari kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Kronologi
Ketiga korban ditemukan pada Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, perempuan muda bernama Sari (22) hendak mencari korban.
Sari merupakan anak H Kadir yang merupakan bos dari korban. Dikatakan, Saubari dan istri, sudah dua hari tidak ada kabar dan tak dapat dihubungi.
Sedangkan orangtuanya, lanjut Sari, sedang berada di luar kota. Karena itu, dirinya langsung mendatangi lokasi begitu mengetahui terjadinya peristiwa ini.
"Dia sudah lama bekerja sama bapak saya. Dipercayakan untuk meninggali rumah ini," ujar Sari yang berada di lokasi.
Kecurigaan Sari dan karyawan H Kadir tersebut berawal dari korban yang hilang kabar selama dua hari terakhir.
Bersama karyawan yang lain, Sari mengecek ke rumah yang diketahui juga difungsikan sebagai gudang penyimpanan stok pakaian tersebut.
Namun karena pintu terkunci dan tak ada jendela, maka diputuskan untuk mendobrak salah satu pintu di rumah itu.
Tak disangka, Saubari malah ditemukan sudah tak bernyawa bersama istrinya, Sela, dan anaknya yang balita, di antara tumpukan plastik berisi pakaian.
Penuturan Sari, terakhir kali bertemu dengan pasangan tersebut dua hari yang lalu.
"Saat itu menanyakan, apakah saya mau menginap di rumah ini atau tidak. Setelah itu, tidak ada komunikasi lagi," kata wanita berkacamata tersebut.
Pengakuan keluarga korban
Adik dari Ahmad Saubari bernama Ika memberikan pengakuannya.
Ia begitu terkejut saat mendengar kabar abangnya ditemukan meninggal dunia.
"Tadi pas di rumah, saya dikasih tahu kalau beliau meninggal dunia, langsung saja menyusul ke sini," ujarnya.
Ia mengatakan, hari ini mencoba menelepon sang kakak, tapi gagal.
"Terakhir kali komunikasi itu dua hari yang lalu, kemarin dan hari ini saat mau dihubungi sudah tidak mengangkat," tutupnya.
Hasil visum korban
Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Pujie Pirmansyah membeberkan hasil pemeriksaan jasad para korban.
"Setelah dilakukan visum di rumah sakit, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," terang Kapolsek.
Terlebih, menurutnya, pihak keluarga juga sudah ikhlas dengan kepergian Ahmad Saubari, istri dan juga anaknya.
"Karenanya, keluarga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan," ujarnya.
Karena hal itu pula, tidak dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, pemilik rumah disebut Kapolsek tetap dimintai keterangan.
"Dugaan penyebab meninggal dunia karena tertimpa tumpukan pakaian lalu kehabisan napas karena tidak bisa keluar dari sana," sambungnya.
Disinggung perihal apakah pihaknya turut memeriksa sekitar lokasi termasuk mengecek rekaman CCTV di toko, AKP Pujie Pirmansyah mengatakan mereka tidak melakukannya lantaran tidak ada CCTV di tempat tersebut.
Keluarga Menolak 3 Jenazah Tertimbun Pakaian Diotopsi, Penyebab Kematian Tak Terungkap
Polisi kesulitan mengungkap penyebab kematian satu keluarga yang terdiri dari suami dan istri serta anaknya yang berusia 6 tahun yang ditemukan tak bernyawa di dalam rumah yang juga dijadikan gudang pakaian.
Keluarga menolak otopsi dan memilih memakamkan AS (42) dan istrinya, SK (33) dan anaknya, SF (3).
Satu keluarga tersebut ditemukan tewas tertimbun tumpukan baju di sebuah gudang di Jalan Ratu Zaleha, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (10/9/2021) pukul 22.00 WIB.
Menurut Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Pujie Firmansyah dari hasil visum tak ditemukan ada tanda kekerasan di tubuh korban.
"Biasanya, kalau ada jejak kaki, pasti ada sisa-sisa debunya. Walaupun tipis. Tapi ini tidak kita temukan," ujar dia, Sabtu (11/9/2021).
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi juga memastikan seluruh pintu gudang dalam keadaan baik.
"Tak ada satu pun yang mengalami kerusakan," jelasnya.
Dari keterangan saksi yang tinggal tak jauh dari gudang, ketiga korban terakhir kali terlihat pada Kamis (9/9/2021).
Setelah itu ketuga korban tak pernah terlihat keluar ataupun beraktivitas.
"Ada tiga saksi yang sudah kita mintai keterangan. Dari keterangan saksi-saksi tersebut, mereka terakhir melihat korban hari Kamis. Setelah itu tidak ada kontak lagi," ungkapnya.
Pujie juga mengatakan, upaya terakhir agar penyebab pasti kematian ketiga korban bisa diungkap yaitu dengan cara otopsi.
Sayangnya, kata Pujie, pihak keluarga menolak dan memilih memakamkan para korban.
TAUTAN AWAL: Kronologi Penemuan Jenazah Suami-Istri dan Balita Tertimbun Tumpukan Baju