Penanganan Covid
Apa itu Endemi Covid-19? Pemerintahan Jokowi Bersiap Ubah Status Pandemi
Menurut WHO, seperti penyakit lain yang dulunya menjadi Pandemi pada akhirnya berubah menjadi Endemi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintahan Joko Widodo berencana akan menurunkan status pandemi covid-19.
Pandemi covid akan diubah menjadi endemi covid
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut Pemerintah tengah menggencarkan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya persiapan perubahan status Pandemi Covid-19 menjadi Endemi.
Muhadjir menyebut, ini sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo bahwa virus Covid-19 tak akan hilang dalam waktu dekat.
"Pemerintah gencarkan vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu langkah persiapan transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi," kata Muhadjir dikutip dari Kompas.com, Sabtu (11/9/2021).
Kendati demikian, meski vaksinasi dipercepat untuk mengubah status pandemi menjadi endemi, ia mengatakan kunci utama adalah kesadaran masyarakat taat protokol kesehatan.
Lantas, apa sebenarnya pengertian endemi?
Melansir dari Health, endemi didefinisikan sebagai kehadiran konstan maupun prevalensi penyakit atau infeksi yang biasa terjadi dalam suatu wilayah geografis.
Contoh penyakit endemi adalah Malaria, yang merupakan penyakit serius dan fatal, diakibatkan nyamuk di sejumlah negara bagian Afrika selatan Sahara dan beberapa daerah di Papua Nugini.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sebagaimana dikutip dari laman IndianExpress menyatakan, penyakit endemi terjadi ketika kehadiran atau prevalensi biasa dalam populasi bersifat konstan.
Adapun jika kasus mulai meningkat, maka akan diklasifikasikan sebagai Epidemi. Adapun jika Epidemi tercatat di beberapa negara dan wilayah, maka disebut dengan Pandemi.
Terkait dengan rencana mempersiapkan Covid-19 menjadi Endemi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga pernah mengatakan hal demikian.
Menurut WHO, seperti penyakit lain yang dulunya menjadi Pandemi pada akhirnya berubah menjadi Endemi.
WHO juga telah menyampaikan agar masyarakat dunia bisa belajar untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.
“Virus (corona) ditakdirkan akan menjadi endemi. Bahkan saat vaksin mulai diluncurkan," kata Profesor David Heymann, ketua kelompok penasihat strategis dan teknis WHO untuk bahaya infeksi dikutip dari Kompas.com, Minggu (22/8/2021).
Apa yang terjadi ketika penyakit jadi Endemi?
Mengutip Kompas.com, Minggu (22/8/2021), Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, status pandemi Covid-19 baru akan dicabut oleh WHO tahun depan, namun itu juga masih bersifat kemungkinan.
Menurut Dicky, status pandemi akan berubah menjadi epidemi dahulu sebelum menjadi endemi.
"Pandemi ini bahkan baru akan berakhir paling cepat pertengahan tahun depan atau akhir tahun depan. Tapi, setelah itu dia akan menjadi epidemi dulu, karena ada beberapa negara yang masih mengalami masa krisis," imbuh dia.
Sementara itu mengutip IndianExpress, saat penyakit berubah dari epidemi menjadi endemi maka penyakit tersebut akan semakin ditoleransi.
Adapun tanggung jawab untuk melindungi penyakit tersebut akan beralih dari pemerintah ke individu.
Sehingga, nantinya bukan lagi lembaga pemerintah yang akan terlibat aktif melacak dan mengidentifikasi kasus, namun individu yang bertanggung jawab untuk mengelola risiko penyakit dan mencari perawatan.
Roadmap hidup bersama Covid-19
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada 9 Agustus 2021, pernah menyampaikan road map atau peta jalan untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.
Saat itu, Presiden memberikan arahan bahwa ke depan, kemungkinan besar virus ini akan hidup cukup lama bersama kita.
Sehingga, diperlukan road map untuk menyikapi bagaimana jika Covid-19 benar-benar hilang dalam waktu yang lama.
Kondisi seperti itu menuntut adanya pengaturan protokol kesehatan yang tidak hanya menekan terjadinya penularan Covid-19, tetapi juga memungkinkan masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa.
"Untuk itu, kami akan segera melakukan pilot project yang mengatur penerapan dari protokol-protokol kesehatan di enam aktivitas utama," kata Budi.
Enam aktivitas utama yang dimaksud Budi mencakup sejumlah sektor, antara lain:
- Perdagangan, baik modern maupun tradisional, seperti mal atau department store, atau juga perdagangan tradisional seperti pasar basah atau toko-toko kelontong
- Kantor dan kawasan industri
- Transportasi, baik darat, laut, dan udara
- Pariwisata, mencakup hotel, restoran, atau event
- Keagamaan, dan
- Pendidikan.
Mantan Wakil Menteri BUMN ini mengungkapkan, dari arahan Presiden, protokol kesehatan yang akan mendampingi masyarakat ke depan dipastikan bisa praktis.
Selain itu, juga akan berbasis digital atau teknologi informasi (IT), sehingga dapat mengamankan keberlangsungan hidup sehari-hari masyarakat.
PPKM Berakhir Hari Ini, Diperpanjang atau Tidak, Berikut Grafik Terbaru Kasus Covid-19
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus diperpanjang oleh pemerintah sejak pertama kali diterapkan 3 Juli 2021 lalu.
Perpanjangan PPKM Jawa-Bali diperpanjang setiap pekan.
Sedangkan untuk PPKM di luar Jawa-Bali, dilakukan perpanjangan setiap dua pekan.
Meski PPKM terus dilakukan perpanjangan namun pemerintah menerapkan sistem leveling pada suatu kabupaten/kota.
Saat kasus Covid-19 menurun, level daerah itu akan diturunkan.
Misalnya dari PPKM Level 4, turun ke Level 3. Begitu juga dengan Level 3, turun ke Level 2.
Penurunan level dan perpanjangan PPKM bergantung pada perkembangan kasus Covid-19.
Senin (13/9/2021) hari ini, PPKM kembali akan berakhir baik itu untuk Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali.
Akankah PPKM kembali diperpanjang?
Sambil menunggu informasi dari pemerintah, berikut kami sajikan data kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir:
1. Kasus Baru Harian Cenderung Terus Menurun
Berdasarkan grafik di laman Covid19.go.id, kasus baru harian Covid-19 cenderung terus menurun.
Dalam sepekan terakhir, terlihat kasus baru Covid-19 konsisten menurun.
Pada 7 September lalu, kasus baru Covid-19 tercatat sebanyak 7.201 kasus.
Angka ini mengalami kenaikan setelah pada pekan sebelumnya kasus Covid-19 terus menurun.
Namun, mulai 8 September hingga saat hari ini, kasus Covid-19 konsisten turun.
Berikut rincian kasus Covid-19 selama sepekan:
- 6 September: 4.413
- 7 September: 7.201
- 8 September: 6.731
- 9 September: 5.990
- 10 September: 5.376
- 11 September: 5.001
2. Kasus Kematian Harian juga Turun
Tidak hanya kasus baru, kasus kematian harian Covid-19 juga cenderung turun.
Pada 6 September, kasus kematian tercatat sebanyak 612 orang.
Angka ini mengalami kenaikan pada sehari kemudian yakni 683 kasus kematian.
Namun, setelah itu angka kematian mengalami penurunan terus menerus.
Bahkan pada 9 September, kasus kematian menurun drastis dari 626 kasus menjadi 334 kasus kematian.
Berikut rincian kasus kematian harian:
- 6 September: 612 kasus
- 7 September: 683 kasus
- 8 September: 626 kasus
- 9 September: 334 kasus
- 10 September: 315 kasus
- 11 September: 270 kasus
3. Kasus Sembuh Harian Naik Turun
Untuk kasus sembuh, dalam sepekan terakhir menunjukkan angka naik turun.
Dalam sepekan ini, kesembuhan tertinggi pada 10 September lalu yakni sebanyak 14.356 kasus.
Berikut angka kesembuhan harian dalam sepekan:
- 6 September: 13.049 kasus
- 7 September: 14.159kasus
- 8 September: 11.912 kasus
- 9 September: 10.650 kasus
- 10 September: 14.356 kasus
- 11 September: 7.586 kasus
TAUTAN AWAL" Pemerintah Bersiap Ubah Status Pandemi ke Endemi Covid-19, Apa Artinya?