Breaking News:

RHK Minggu 12 September 2021

BACAAN ALKITAB Matius 4:18 - "Marginal" Namun "Original"

Menjelang melaksanakan panggilan menunaikan tugas pelayanan-Nya, Yesus memilih tinggal di Galilea, daripada di Yerusalem maupun Nazaret.

Editor: Aswin_Lumintang
ilustrasi 

Matius 4:18

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjelang melaksanakan panggilan menunaikan tugas pelayanan-Nya, Yesus memilih tinggal di Galilea, daripada di Yerusalem maupun Nazaret. Dari tepian danau inilah Dia mengawali pelayanan-Nya dan memilih murid-murid-Nya.

Siapa yang Yesus pilih sebagai teman sekerja-Nya? Ternyata bukan "orang pilihan" manusia. Tapi berasal dari kaum "marginal". Sebab Yesus lebih memilih orang yang status sosialnya tak masuk hitungan orang kebanyakan. Yesus memilih tidak seperti manusia memilih, melihat kapasitas, kelebihan, kecakapan dan kemampuan fisik tertentu. Termasuk dalam hal kecerdasan dan tingkat ekonomi.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Nelayan, merekalah yang dipilih Tuhan menjadi hamba-Nya. Nelayan adalah kelompok yang penghasilannya relatif "senin kemis", tidak pasti, tidak menentu. Tergantung pada musim. Sehingga mereka relatif menjadi kelompok yang termarginalisasi.

Yesus memilih "kaum marginal" karena mereka "original" (masih murni, asli atau tulus). Mereka belum terkontaminasi hatinya. Jadi, Yesus lebih memilih mereka karena Yesus melihat hati. Yah, hati mereka yang masih "original." Diapun mengajak kaum nelayan itu menjadi "orang-orang kepercayaan-Nya," sebagai murid-Nya.
Demikian firman Tuhan hari ini.

Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. (ay 18)_

"Orang Pante" atau "orang laoh," itulah sebutan orang Manado (Sulut) bagi mereka. Artinya orang-orang yang tinggal di pantai dan pekerjaannya adalah nelayan. Kebanyakan mereka adalah nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan, jika dapat atau berhasil. Sehingga, mereka tergolong orang-orang yang "perlu dibantu." Namun, di zaman now tentu berbeda karena sudah banyak nelayan yang kaya raya.

Yesus melihat dan memilih hati yang tulus. Itulah kedaulatan Tuhan memilih dan menetapkan siapa yang akan menjadi "mitra kerja-Nya." Yesus tidak tergiur dengan kecerdasan intelektual dan kemampuan menguasai kitab-kitab para Farisi, Saduki ataupun tua-tua agama lainnya. Sebab yang paling penting dari semuanya adalah hati yang tulus.

Padahal ketika itu, banyak juga filsuf dan theolog yang punya pengetahuan tentang Taurat di atas rata-rata kebanyakan orang. Termasuk Saulus (sebelum bertobat dan menjadi Paulus). Dia memilih orang-orang yang kerjanya menebar jala, baik di darat untuk membersihkan dan mempersiapkan segala sesuatu, maupun di laut untuk menangkap ikan.

Sebelum menangkap ikan lagi, mereka ditangkap Yesus menjadi hamba-Nya yang setia. Itulah keajaiban dan kedaulatan mutlak kekuasaan Kristus dalam hal memilih siapa yang akan ditetapkan-Nya sebagai hamba-Nya. Dia selalu melihat hati, bukan penampilan fisik. Bukan kecakapan atau kelebihan lainnya. Ketulusan dan kemurnian serta kesungguhan hati kitalah yang Tuhan mau dari kita.

Maka janganlah menganggap diri kita paling baik atau lebih pantas dibandingkan orang lain, untuk melayani Tuhan. Tapi jangan juga terlalu menganggap rendah atau merendahkan diri kita sendiri ketika kita dipanggil Kristus melayani. Sebab kalau Tuhan Yesus yang memanggil, memilih dan menetapkan, maka semuanya akan "baik-baik saja." Pasti lancar karena ada kekuatan ekstra yang Tuhan karuniakan bagi kita.

Tugas kita adalah: "ikutlah Kristus." Jawablah panggilan-Nya dan tunaikanlah tugas pelayanan-Mu. Di luar itu, urusan Tuhan. Milikilah hati sebagai hamba dan layanilah Tuhan dengan apa adanya kita. Bukan karena ada apanya. Jangan takut dan gentar dengan apapun. Ikuti saja Tuhan, maka semuanya akan Tuhan Yesus buat sukses dahsyat dan luar biasa.

Jadi berpegang teguh saja pada firman-Nya. Lakukanlah segala kehendak-Nya. Layanilah Dia dengan penuh sukacita iman. Tuhan Yesus pasti beserta dengan kita dan keluarga, selalu sampai selamanya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, jagalah kemurnian dan ketulusan hati kami dalam melayani Engkau. Pakailah hidup kami seutuhnya hanya untuk kemuliaan Tuhan. Amin
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved