Breaking News:

Tewas di Peti Bakan

Tambang di Bakan Makan Korban, DPRD Bolmong Minta Pemerintah Cari Solusi

Sekretaris Fraksi PDIP di DPRD Bolmong Mas’ud Lauma, menyatakan Keprihatinannya atas Aktifitas Pertambangan tanpa izin (PETI)

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Nielton Durado
Para anggota DPRD Bolmong saat mengikuti RDP belum lama ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sekretaris Fraksi PDIP di DPRD Bolaang Mongondow (Bolmong) Mas’ud Lauma, menyatakan Keprihatinannya atas Aktifitas Pertambangan tanpa izin (PETI) atau ilegal di desa Bakan, Kecamatan Lolayan, yang kembali menelan korban.

Seperti diketahui, terinformasi ada sekitar lima orang penambang lokal yang meninggal di lokasi tambang PETI tersebut.

Diduga para korban keracunan di lubang Kalikit perkebunan OS di Desa Bakan.

“Tentu ini harus ada evaluasi dari semua pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, pusat, TNI dan Polri," kata dia.

Ia juga meminta harus ada solusi bagi para penambang.

"Mereka harus diberikan ruang agar dapat melaksanakan aktivitas tambang secara legal,” kata Mas’ud saat ditemui Tribunmanado.co.id, Kamis (9/9/2021) sore tadi.

Solusinya, Mas’ud mengungkapkan, tambang yang ada di Bolmong seperti Bakan, Monsi dan Potolo diberikan izin wilayah pertambangan rakyat (WPR) agar mereka tidak lagi sembunyi – sembunyi ke aparat.

“Seperti saat ini para penambang lokal yang ada di Bakan, ketika ditutup oleh pemerintah lalu, warga lakukan secara diam – diam pada malam hari," kata dia.

"Kaya akan emas tapi susah di negeri sendiri,” tambah dia.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah duduk bersama mencarikan solusi bagi para penambang lokal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved