Breaking News:

Berita Sulut

Soal Bursa Calon Sekprov Sulut, Begini Tanggapan Pengamat Politik dan Pemerintahan Josef Kairupan

Sejumlah pejabat mulai digadang bakal menjadi suksesor Edwin Silangen yang akan pensiun pada per 1 November mendatang.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Chintya Rantung
isitmewa
Pengamat Politik Josef Kairupan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bursa calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) kian menarik.

Sejumlah pejabat mulai digadang bakal menjadi suksesor Edwin Silangen yang akan pensiun pada per 1 November mendatang.

Terkait hal ini pun menuai tanggapan dari Pengamat Politik dan Pemerintahan Josef Kairupan.

Ia menyebut Sekprov adalah jabatan karir tertinggi yang ada di daerah. Sehinggga dalam penentuan siapa yang ditunjuk jadi Sekrov harus dengan proses dan mekanisme yang ketat.

Selain iti ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

"Jabatan ini juga secara tersirat memberikan kesan sebagai nilai bergaining bahkan power sharing bagi pemimpin yang terpilih," sebutnya.

Selain itu, akademisi Unsrat ini juga menyebut jabatan Sekprov sejatinya tidak boleh kosong atau minimal bisa diberikan dalam posisi pelaksana tugas sementara.

"Mengingat pengelolaan administrasi daerah sekprov sebagai posisi top manajemen, sangat menunjang kelancaran administrasi pemerintahan daerah," sambung Kairupan.

Adapun Kairupan menerangkan dalam tata kelola pemerintahan yang baik, semua aspek dalam proses dan implementasi harus mengacu kepada ketentuan peraturan yang berlaku.

Amanat UU No 5 thn 2014 bahwa pengisian JPT Pratama/sekda dilakukan secara terbuka dan kompetitif dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan pelatihan, rekam jejak jabatan, dan integritas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved