Breaking News:

Kebakaran Lapas Tangerang

Sebelum Lapas Tangerang Ludes Dilalap Api Ada Suara Tawa yang Didengar Orangtua Napi: Lihat di Kamar

Nursin mengaku masih sempat menelepon Rezkhil Khairi, anaknya pada Rabu malam. Dia pun mengaku masih mendengar suara tawa.

Editor: Indry Panigoro
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Tumpukan kantong jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang di RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebakaran Lapas di Tangeran membawa luka yang mendalam untuk keluarga para napi yang menjadi korban.

Terlebih bagi mereka yang sempat berkomunikasi di detik-detik terakhir sebelum kejadian naas itu terjadi.

Orangtua salah satu korban menceritakan detik-detik terakhir dirinya berkomunikasi dengan sang anak.

Bahkan kata orangtua napi tersebut, dirinya mendengar suara tawa.

Ya musibah terbakarnya Lapas Kelas I Tangerang menyisakan duka mendalam bagi para kerabat dan keluarga korban.

Tak terkecuali Nursin, orangtua salah satu napi yang ikut tewas dalam kebakaran hebat Rabu (8/9/20210 dini hari kemarin.

Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang itu diduga berawal dari korsleting listrik. Sampai kemarin setidaknya 41 orang tewas dalam musibah itu, 8 orang luka berat dan 72 orang luka ringan.

Nursin mengaku masih sempat menelepon Rezkhil Khairi, anaknya pada Rabu malam.

Dia pun mengaku masih mendengar suara tawa dan ceria dari para napi lain yang ada dalam sel anaknya.

"Semalam masih teleponan 21.00 WIB, ngobrol biasa saja, setelah itu minta tolong dibelikan pulsa," kata Nursin, dilansir dari TribunJakarta.com dengan judul Kisah Narapidana Tewas Kebakaran di Lapas Tangerang: Semalam Masih Teleponan Kangen Keluarga

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved