Breaking News:

Berita Manado

Penjelasan Balai Karantina Pertanian Manado soal Pengiriman Unggas ke Luar Daerah

Balai Karantina Pertanian Manado bekerja sama dengan Balai Karantina Pertanian Ternate berhasil menggagalkan penyelundupan hewan di Pelabuhan Jailolo.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Burung-burung yang diamankan oleh Balai Karantina Pertanian Manado dan Balai Karantina Pertanian Ternate. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoPemilik hewan unggas tidak bisa mengirimkan hewan tersebut ke wilayah Ternate, Maluku Utara

Hal itu sebagaimana yang dikatakan Kepala Balai Karantina Pertanian Manado Donny Muksydayan

Donny mengatakan, penyebabnya karena adanya aturan dari Gubernur yang melarang pengiriman hewan unggas ke wilayah Maluku Utara

Dan bukan hanya Maluku Utara, melainkan juga Maluku dan Papua. 

Pasalnya tiga daerah itu masih dinyatakan sebagai daerah bebas flu burung.

"Maka Pemda mengeluarkan SK untuk melarang pemasukan unggas," terang Donny.

Tujuannya, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus flu burung atau virus yang mengkontaminasi hewan yang berasal dari luar wilayah Ternate.

Diketahui, sebelumnya telah diberitakan bahwa Balai Karantina Pertanian Manado bekerja sama dengan Balai Karantina Pertanian Ternate berhasil menggagalkan penyelundupan hewan di Pelabuhan Jailolo.

Sebanyak 49 burung Lovebird dan 15 ekor ayam filipin diamankan petugas dari KM Simba di Pelabuhan Jailolo, Halmahera Barat.

Donny Muksydayan saat dikonfirmasi membenarkan tindakan penggagalan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved