Breaking News:

Berita Manado

Perempuan Manado Ini Tanggapi Positif Turunnya Harga Cabai, Dorong Pemerintah Perhatikan Petani

Cabai rawit yang tadinya dijual dengan harga Rp 80 ribu turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
dokumentasi pribadi
Wanda Shilvania Dende. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Saat ini, harga cabai di Indonesia sedang turun drastis, termasuk di Manado, Sulawesi Utara.

Cabai rawit misalnya, yang tadinya dijual dengan harga Rp 80 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Sama dengan cabai merah yang turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

Perempuan asal Manado bernama Wanda Shilvania Dende (26) mengaku kaget mendengar kabar tersebut.

Wanda berpendapat bahwa penurunan harga cabai ini salah satunya disebabkan karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Saat PPKM sekarang kan banyak rumah makan yg tidak bisa makan di tempat, sehingga menyebabkan rumah makan menjadi sepi dan permintaan akan makanan khususnya makanan pedas menurun."

"Apabila permintaan makanan pedas menurun bisa membuat harga cabai menurun," terang perempuan lulusan S1 Akuntansi Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta ini, Selasa (7/9/2021).

Namun di sisi lain, Wanda mengaku sebagai orang asli Manado yang gemar makan makanan pedas, senang dengan adanya penurunan harga cabai ini.

"Sebagai makhluk ekonomi kita pasti menginginkan sesuatu yang harganya lebih murah dengan kualitas yang baik," tambah Wanda ketika dihubungi tribunmanado.co.id.

Staf BPR Arya Bira Karsa ini berharap, pemerintah mampu menangani anjloknya harga cabai saat ini dengan memberikan insentif atau bantuan kepada para petani cabai.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved