Breaking News:

Berita Sulut

Pemerintah Berencana Turunkan Level PPKM, Pengamat Sosial: Harus Berdasarkan Evaluasi yang Ketat

Kasus virus corona (Covid-19) sudah menurun sejak beberapa minggu terakhir.Pada Minggu (5/9/2021) saja kasus Covid-19 hanya 71 orang.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
Ist/Dokumentasi pribadi
Pengamat Sosial sekaligus Dosen Sosiologi Unima, Ferdinand Kerebungu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kasus virus corona (Covid-19) sudah menurun sejak beberapa minggu terakhir.

Pada Minggu (5/9/2021) saja kasus Covid-19 hanya 71 orang.

Penurunan kasus Covid-19 ini tentu mendorong pemerintah provinsi (Pemrpov) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga.

Meski begitu, Pemprov dan Pemda masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat untuk menurunkan level PPKM ini.

Menurut Pengamat Sosial Ferdinand Kerebungu, penurunan kasus Covid-19 dan rencana penurunan level PPKM jangan membuat masyarakat dan pemerintah mengabaikan tingkat perkembangan Covid-19.

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah Dinas Kesehatan sudah melacak orang yang kontak langsung atau orang dari luar daerah diamati terus perkembangannya? Saat ini pasti masih banyak OTG (orang tanpa gejala, -red) atau penderita yang melakukan isolasi mandiri. Apakah sudah dilaksanakan tes secara menyeluruh?" ujar Ferdinand ketika dihubungi Tribunmanado.co.id, Senin (6/9/2021).

Selain itu selama PPKM level empat, masih banyak kafe dan rumah makan yang tidak menaati peraturan.

Persoalan tersebut tentu harus menjadi perhatian pemerintah agar pelaksanaan PPKM masih harus diperketat.

Jika pemerintah ingin menurunkan level PPKM harus didasarkan pada evaluasi yang ketat dari pelaksanaan PPKM sebelumnya dan tidak harus melihat tren penurunan kasus Covid-19," tambah Dosen Sosiologi Universitas Manado (UNIMA) ini.

Pemerintah saat ini masih harus mewaspadai lonjakan kasus yang tidak terduga karena masih banyak OTG dan penderita yang isolasi mandiri.

Untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pun pemerintah harus menggandeng pakar sosial dan psikologi agar tidak hanya melihat tren penurunan kasus Covid-19.

"Kalau mau melaksanakan PTM harus melakukan evaluasi dulu, melihat kesiapan sekolah dan yang tak kalah penting adalah pembentukan Satgas Covid-19 di sekolah-sekolah," tutup Ferdinand.(*)

Baca juga: SOSOK Kedy Afandi, Orang Kepercayaan Budhi Sarwono, Tersangka Korupsi Bersama Bupati Banjarnegara

Baca juga: Kabar Terkini Kasus Pembunuhan di Subang, Sosok ini Sudah 7 Kali Dimintai Keterangan oleh Polisi

Baca juga: Kontak Senjata Terkini TNI-Polri dan KNPB Terjadi di Maybrat-Papua, Rombongan Aparat Ditembak

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved