Bank Indonesia

Melihat Lebih Dekat Keindahan dan Misteri Pulau Mahoro di Kabupaten Kepulauan Sitaro

Pulau Mahoro adalah salah satu pulau tak berpenghuni yang menyimpan beberapa misteri.

Editor: Chintya Rantung
IST
Lowryk Lahunduitan (genBI Komisariat UNIMA) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sering menjadi sebutan bagi masyakarat yang ada di kepulauan.

Berada disebelah utara Indonesia, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro adalah kabupaten muda di Sulawesi Utara yang masih masuk dalam golongan 3T yang jaraknya 146 km dari Kota Manado.

Namun kepulauan ini menyimpan objek wisata tersembunyi yang dapat menjadi kebanggaan Indonesia.

Berjejernya 47 pulau dengan hanya 10 pulau yang berpenghuni menjadikan kabupaten kepulauan ini masih dibalut dengan keasrian alam yang murni dan menakjubkan.

Pulau Mahoro adalah salah satu pulau tak berpenghuni yang menyimpan beberapa misteri.

Penghargaan Surga Dunia Tersembunyi Terpopuler pernah diberikan bagi pulau nan indah ini pada tahun 2018.

Dengan rasa penasaran membuat saya tertarik berkunjung ke pulau ini pada tahun 2019, karena akses transportasi udara yang belum tersedia untuk menuju kabupaten kepulauan tersebut dan hanya tersedia akses transportasi laut setiap harinya maka saya memulai perjalanan dari Pelabuhan Manado dengan membeli tiket kapal Rp.90.000 per orangnya menuju ke Pelabuhan Ulu Siau dengan waktu yang ditempuh ± 6 jam.

Selanjutnya ketika tiba di Pelabuhan Ulu Siau Kecamatan Siau Timur, karena jarak yang jauh dari tempat tinggal penduduk lokal maka masih membutuhkan perahu kecil untuk menuju ke Pulau Mahoro dengan menyewa kapal nelayan setempat senilai Rp.50.000 hingga Rp.100.000 per orangnya tentunya dengan cuaca yang mendukung.

Pulau Mahoro
Pulau Mahoro (IST)

Tidak disarankan untuk mengunjungi Pulau Mahoro pada bulan Juli-Agustus dan bulan November-Desember dikarenakan cuaca buruk sehingga tidak dapat menjangkau pulau tersebut jika hanya dengan menggunakan perahu kecil atau speedboat.

Setelah 45 menit lamanya berada diatas gelombang laut dengan menaiki perahu kecil ditemani nelayan lokal setempat, saya dapat menginjakkan kaki pada pasir putih dengan kejernihan air laut alami yang menjadi keunggulan Pulau Mahoro.

Nama “Mahoro” diberikan bagi pulau ini oleh nenek moyang setempat yang artinya terdahulu atau terdepan.

Menjadi pulau terdepan atau terluar yang berbatasan langsung dengan lautan lepas dan dikelilingi oleh jejeran pulau-pulau kecil menyuguhkan karakter ombak yang berbeda dari sebelah utara dan selatan yang belum pernah saya saksikan sebelumnya di objek wisata lainnya.

Selain itu hanya dengan kedalaman satu hingga tiga meter keindahan biota laut dapat dilihat dengan kasat mata, keindahan terumbu karang didalamnya sangat cocok bagi para wisatawan pecinta diving dengan membawa alat masing-masing dikarenakan belum adanya tempat penyewaan alat diving di pulau tersebut.

Keunikan lain pada pulau ini yakni terdapat sebuah gua batu yang terbentuk secara alami sebagai tempat bersarangnya kelelawar dan burung wallet yang dapat dilihat ketika air laut surut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved