Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Selasa 7 September 2021, Yudas 1:19 : Kesesatan Menuai Kehancuran

Banyak orang menjadi percaya dan dibaptis. Namun di sisi lain, ada guru-guru palsu yang menyusup dan memecah belah jemaat.

Editor: Aldi Ponge
Tribun Manado/Indra Sudrajat
ILSUTRASi Renungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada zaman jemaat mula-mula, penyesatan bertumbuh seiring berkembang pesatnya penginjilan.  

Banyak orang menjadi percaya dan dibaptis. Namun di sisi lain, ada guru-guru palsu yang menyusup dan memecah belah jemaat.

Mereka adalah penyesat-penyesat yang hidup untuk keserakahan, hawa nafsu, kefasikan, yang menghambakan diri pada berbagai dosa dan kejahatan.

Mereka tidak segan-segan menjadi penjilat bagi orang-orang yang ditargetkan, dengan menggunakan kata-kata yang membual, demi mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri.

Mereka tak segan-segan menghancurkan dan menjerumuskan orang percaya demi mencapai ambisi dan hawa nafsu kebejatannya. Karena mereka hidup dalam kesesatan.

Yudas, saudara Yakobus, hamba Kristus, menyatakan mereka sebagai penyesat dan pemecah belah jemaat yang harus ditentang dan dilawan.

Dia menyatakan bahwa orang-orang seperti itu mengutamakan perut mereka karena sudah dikuasai kesesatan dan keserakahan hawa nafsu duniawi.

Mereka hidup tanpa Roh Kudus. Inilah kehancuran mereka, baik di bumi maupun di sorga.

Demikian firman Tuhan hari ini. "Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus." (ayat 19)

Orang-orang demikian hanya hidup untuk kepentingan dan keinginan duniawi. Yang ada dalam pikiran mereka hanyalah rancangan kejahatan, untuk menjerat dan menjatuhkan orang dan mengais untung dari penderitaan orang lain, terutama umat Tuhan.

Bagi mereka, memecah belah jemaat adalah kesenangan. Sebab di balik penderitaan dan kesusahan umat itulah mereka mengais keuntungan. Mereka sangat suka menari-nari di atas penderitaan orang lain.

Tak ada rancangan kebaikan dalam hidup mereka. Kalaupun ada kebaikan yang mereka lakukan, sesungguhnya itu hanyalah sebuah siasat supaya kelihatan baik agar dapat diterima di kalangan orang baik.

Padahal itu hanya sebuah strategi infiltrasi (penyusupan) untuk menghancurkan kebaikan atau orang baik. Terutama umat Tuhan.

Kebaikan bagi mereka hanyalah alat untuk memenuhi hawa nafsu dan keserakahan hidup dalam kesesatan.

Sehingga bagi mereka, kebaikan hanyalah salah satu bagian atau episode dalam skenario kejahatan mereka.

Jadi kebaikan bagi mereka bukan untuk kebaikan, tapi untuk kesesatan dan kejahatan. Tujuan kebaikan mereka adalah, kejahatan.

Tak ada Roh Kudus dalam hidup mereka. Karena mereka hidup tanpa Roh Kudus, maka mereka akan menuai kehancuran.

Hanya menunggu waktu dan menghitung hari, mereka akan segera lisut seperti daun. Hanya sebentar saja mekar, tapi setelah panas terik datang, apalagi setelah dipetik, akan lisut dan layu tiada berguna.

Demikian terjadi pada para pemecah belah yang hidupnya dikuasai keinginan duniawi dan hidup tanpa Roh Kudus.

Kita sebagai keluarga dan umat Kristus adalah orang baik, beriman dan percaya kepada Tuhan. Kita harus waspada dengan orang yang demikian.

Janganlah kita terpengaruh dengan mereka, apalagi menjadi seperti mereka.

Sebab, kehancuran akan dituai dengan segera. Hukuman dari Tuhan, pasti akan datang bagi penyesat dan penyinta kejahatan dan dosa.

Janganlah hidup dalam kesesatan, sebab kita pasti menuai kehancuran. Jauhilah kesesatan, hawa nafsu, pementingan diri sendiri, keserakahan, pemecah belah dan berbagai bentuk kejahatan dan dosa lainnya.

Hiduplah dalam Roh Kudus. Lakukanlah kehendak Tuhan. Itulah yang Kristus inginkan bagi kita.

Sebab, jika kita hidup dalam Roh Kudus, maka hidup kita akan dituntun, disertai, dipelihara dan diberkati secara luar biasa oleh Roh Kudus. Sebab, kita tidak akan mungkin bisa hidup tanpa Roh Kudus.

Bersyukurlah selalu karena Roh Kudus tidak pernah meninggalkan kita, meski sebenarnya kita layak dihukum.

Tapi, karena iman kita kepada Tuhan Yesus dan ketaatan kepada-Nya, sehingga kita mendapatkan belas kasihan dari pada-Nya. Maka terpujilah nama Tuhan Yesus kekal selamanya. Amin

Doa: Tuhan Yesus, jauhkan kami dari segala kesesatan, tapi tolonglah agar kami terus hidup dalam tuntunan kuasa kasih Roh Kudus. Amin. (Jackried Malueseng)

Berita terkait Bacaan Alkitab

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved