Masih Ingat

Ingat Kamatian Munir? Kasusnya Masih Tanda Tanya Selama Beberapa Tahun, Kini Kembali Disorot

Kasus pembunuhan terhadap aktivis Munir Said Thalib kembali disorot. Dinilai bukan hanya sekedar pelanggaran kriminal biasa.

Editor: Frandi Piring
Kolase foto 100kpj.com/KapakGarudaWordPress.com
Aktivis Munir Said Thalib yang tewas di pesawat karena diracuni. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat dengan kasus kematian Munir, aktivis yang meninggal karena diduga keracunan di pesawat?

Kematian salah satu aktivis tanah air itu hingga kini masih menjadi tanda tanya.

Kabar terbaru, Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) menyebut kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib bukan kriminal biasa.

Melainkan termasuk kategori pelanggaran HAM berat.

Hal ini diungkapkan dalam Orasi Kebudayaan & Diskusi Publik: Kasus Munir adalah Pelanggaran HAM Berat, yang ditayangkan di kanal Youtube KontraS, Minggu (5/9/2021).

"Kasus munir bukan kriminal biasa di sini.

Pollycarpus Budihari Priyanto, terpidana kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/munir-said-thalib' title='Munir Said Thalib'>Munir Said Thalib</a>, bebas murni, Rabu (29/8/2018). 

Kejahatan ini tindak pidana luar biasa, extraordinary crime atau bisa kita kategorikan pelanggaran HAM yang berat dan seperti kejahatan melawan kemanusiaan.

Jadi jangan perlakukan ini sebagai kasus pembunuhan yang tidak ada konteks," ujar Sekretaris Jenderal KASUM Bivitri Susanti.

Menurut pandangan KASUM, sejatinya pembunuhan berencana terhadap Munir dengan segala kemufakatan jahatnya adalah pelanggaran HAM berat.

Sebab terdapat penyalahgunaan kekuasaan negara terhadap rakyat.

Sesuai penjelasan tim pencari fakta, terdapat keterlibatan institusi negara.

Selain itu, kasus Munir jelas ancaman bagi warga yang memperjuangkan HAM karena tidak ada penyelesaian dari negara.

"Nggak ada negara hukum, percayalah, kalau pelanggaran HAM dibiarkan tanpa penyelesaian.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved