Breaking News:

Data Pengguna eHac Bocor

Data dan Sertifikat Vaksin Presiden Jokowi Beredar di Medsos, Ini Kata Fadjroel Rachman

Keamanan data pribadi di Indonesia masih mengkhawatirkan. Terbukti sertifikat vaksin dan data pribadi Presiden Joko Widodo

Editor: Aswin_Lumintang
Warta Kota/Henry Lopulalan
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Keamanan data pribadi di Indonesia masih mengkhawatirkan. Terbukti sertifikat vaksin dan data pribadi Presiden Joko Widodo beredar di media sosial.

Melihat fakta ini Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menyayangkan beredarnya sertifikat vaksin serta data pribadi milik Presiden Jokowi di dunia maya.

Baca juga: Doa dan Puasa Harus Digalakkan Jelang Pemilihan Pelsus GMIM

Baca juga: Akhirnya Otak Pelaku Pembunuhan PNS PUPR di Palembang Tertangkap, 2 Tahun Buron dan Cor Jasad Korban

"Menyayangkan kejadian beredarnya data pribadi tersebut," kata Fadjroel kepada Tribunnew.com, Jumat, (3/9/2021).

Sebelumnya beredar sertifikat vaksin Jokowi di media sosial Twitter.

Ilustrasi Kartu Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi Kartu Vaksinasi Covid-19 ((KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO))

Dari unggahan tersebut tampak identitas pribadi Kepala Negara, mulai dari  dari nama, tanggal lahir hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

Fadjroel meminta pihak terkait untuk segera menindaklanjuti kebocoran data milik orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.

Menurut Fadjroel keamanan data Pribadi harus menjadi perhatian serius, bukan hanya milik Presiden juga milik masyarakat luas.

 "Berharap pihak terkait segera melakukan langkah khusus untuk mencegah kejadian serupa termasuk melindungi data milik masyarakat," pungkasnya.

 
 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved