Breaking News:

Berita Tomohon

Mengenal Rumah Kayu Tradisional Khas Minahasa di Woloan, Pasarnya hingga Bali

Woloan, Tomohon dikenal sebagai daerah produsen rumah kayu tradisional metode bongkar pasang (knock down) di Sulawesi Utara.

Editor: Chintya Rantung
Isvara Savitri/Tribun Manado
Rumah kayu tradisional dengan metode bongkar pasang (knok down) di Woloan, Tomohon, Sulawesi Utara, Rabu (1/9/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Woloan, Tomohon dikenal sebagai daerah produsen rumah kayu tradisional metode bongkar pasang (knock down) di Sulawesi Utara.

Salah satu produsen bernama Jemmy Motuloh telah memproduksi rumah kayu Woloan sudah 36 tahun lamanya.

Jemmy memproduksi rumahnya dengan desain rumah adat khas Minahasa, namun juga bisa sesuai pesanan konsumen.

"Ukurannya pun bervariasi sesuai kebutuhan konsumen. Ada yang minta besar biasanya untuk mess atau kos-kosan, ada juga yang kecil untuk rumah pribadi," jelas Jemmy ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Rabu (1/9/2021).

Bahan dasar yang digunakan adalah berbagai macam kayu mulai dari kayu besi hingga kayu cempaka.

Untuk membuat rumah kayu tersebut Jemmy mempekerjakan sembilan karyawan dan dikerjakan selama beberapa bulan.

Karena menggunakan kayu yang kokoh, tentu harga rumah kayu ini tidak murah, yaitu kisaran Rp 80 juta-Rp 500 juta.

Namun dengan harga tersebut tentunya kualitas rumah kayu sudah tidak diragukan lagi.

Rumah-rumah kayu yang diproduksi Jemmy tersebut sudah dikirim ke berbagai daerah mulai dari Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, bahkan hingga ke Bali.

Sebelum dikirim ke konsumen yang berada di luar daerah, rumah kayu tersebut dibongkar untuk dimasukkan ke kontainer yang kemudian dikirim melalui jalur darat maupun laut.

Untuk memasang kembali rumah kayu tersebut, Jemmy juga mengirimkan pegawainya dua sampai empat orang per rumah.

"Nanti yang dikirim dulu rumahnya, kalau sudah sampai baru kami memberangkatkan pegawai kami ke daerah tersebut," terang Jemmy.

Selain itu, Jemmy mengaku produksi dan penjualan rumah kayunya tidak terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

"Tidak terdampak pandemi Covid-19 karena rumah masih merupakan kebutuhan. Hanya saja nanti kami juga bisa menyesuaikan dengan budget yang dimiliki konsumen," pungkas Jemmy.(*)

Baca juga: Kisah Ade Irma Suryani, Putri Jenderal Nasution yang Jadi Korban G30S, Sempat Bilang Jangan Menangis

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Calon Panglima TNI, Politisi Demokrat Sebut Kinerjanya Sangat Menonjol

Baca juga: Tes SKD CPNS 2021 Dimulai Hari Ini, Simak Kisi-kisi Materi SKD TIU, TWK, TKP dan Nilai Ambang Batas

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved