Viral Medsos

Keluarga Pasien Covid-19 Kaget, Dapat Tagihan Biaya Perawatan Rp 456 Juta, Rumah Sakit Buka Suara

General Manager RS Columbia Asia Medan, Deni Hidayat mengatakan, segala tindakan atau prosedur yang dilakukan, telah disetujui secara tertulis

(KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI)
Pihak Rumah Sakit Columbia Asia Medan memberi penjelasan soal masalah tagihan ratusan juta rupiah kepada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit itu. 

"Kami memberikan edukasi secara jelas kepada pasien dan keluarga terhitung dari awal pasien masuk dan selama pasien menjalani perawatan,” jelas Deni Hidayat, selaku General Manager Rumah Sakit Columbia Asia Medan.

Pihak Rumah Sakit <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/columbia-asia' title='Columbia Asia'>Columbia Asia</a> <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/medan' title='Medan'>Medan</a> memberi penjelasan soal masalah <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/tagihan' title='tagihan'>tagihan</a> ratusan juta rupiah kepada <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pasien' title='pasien'>pasien</a> Covid-19 yang dirawat di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/rumah-sakit' title='rumah sakit'>rumah sakit</a> itu.

Masih dikatakan Deny Hidayat bahwa pihaknya telah memberikan solusi yang dapat membantu pihak keluarga pasien agar masalah ini dapat cepat tertangani dan tidak adanya pihak yang dirugikan.

Dapat disimpulkan, dalam hal ini pihak keluarga pasien menerima dengan perspektif yang berbeda kepada pihak rumah sakit sehingga terjadinya pelaporan dari pihak keluarga pasien ke Dinas Kesehatan setempat tentang masalah tersebut.

"Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, pihak keluarga telah mengklarifikasi kembali laporan tersebut dalam pertemuan yang kami inisiasi.

Kami sangat terbuka akan masukan yang diberikan guna meningkatkan pelayanan kesehatan di RS Columbia Asia Medan," ucapnya.

"Pasien sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dan memang untuk bisa kita klaim kan ke Kemenkes. Namun suami harus menandatangani surat.

Tidak ada hal yang susah dalam mengurus itu. Hanya datang ke rumah sakit dan menandatangani berkas-berkasnya, jadi clear," katanya

"Jadi tidak ada hal-hal yang kita repotkan lagi.

Jadi dia datang, dia tanda tangan dan kita kembalikan deposito maka itu selesai.

Selebihnya itu urusan kami dan Kemenkes," ucapnya dalam menjelaskan sangkutan keluarga pasien.

Setelah penandatanganan, lanjut Deny, keluarga tidak dilibatkan lagi dan sudah tenang.

Untuk kronologis awal, pasien memilih untuk mendepositokan uang itu diawal.

"Jadi mungkin diawal pasien merasa tidak sebesar itu, maka ia membayar itu secara pribadi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved