Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Kamis 2 September 2021

BACAAN ALKITAB 2 Raja-raja 2:11-12 - Indah Pada Waktunya

Kaget dan shok. Bahkan seperti terperangah. Itu terjadi dan dialami oleh Elisa, ketika melihat Elia tiba-tiba "disambar" kereta berapi

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
Pembacaan Alkitab 

2 Raja-raja 2:11-12
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kaget dan shok. Bahkan seperti terperangah. Itu terjadi dan dialami oleh Elisa, ketika melihat Elia tiba-tiba "disambar" kereta berapi dan kuda berapi, yang akhirnya memisahkan mereka. Dia seakan tak percaya tapi juga belum siap menerima perpisahan ini. Apalagi Elisa sudah mengabdi selama sekitar 20 tahun kepada Elia.

Padahal dia sendiri tahu bahwa sang abdi Allah sudah waktunya terangkat ke sorga dalam angin badai. Dia juga sudah tahu bahwa ketika dia melihat Elia naik ke sorga, dia akan menerima 2 roh yang dimintanya dari nabi Elia. Tapi faktanya, dia seperti belum siap menerima kenyataan itu.

Nabi Elia
Nabi Elia (Internet)

Elisa secara refleks berteriak menyaksikan peristiwa ajaib nan dahsyat itu. Dia sangat berduka dan merasa kehilangan, hingga direnggutnya pakaiannya lalu dikoyakkannya menjadi dua koyakan. Ini karena hubungan keduanya sangat erat dan dekat. Seperti antara seorang ayah dan anak.
Demikian firman Tuhan hari ini.
_*Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.*_
_*Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.* (ay 11, 12)_
Elisa lupa bahwa itulah waktunya Tuhan, memisahkan dia dengan nabi Elia. Padahal dia sudah tahu bukan saat perjalanan itu, tapi jauh hari sebelumnya. Kesedihan dan rasa kehilangannya membuat dia lupa bahwa, itulah waktu Tuhan menyatakan dan menjawab doanya untuk mendapatkan 2 roh dari Elia.

Karena rasa kehilangan itu, Elisa lupa bahwa bukan hanya Elia yang mengatakan bahwa tuannya akan terangkat, tapi nabi-nabi yang terus mengikuti perjalanan suci mereka sejak dari Betel, Yerikho hingga di Yordan. Kesedihan membuat Elisa melupakan bahwa waktu Tuhan (Karios) telah tiba dan benar-benar indah pada waktunya.

Itulah waktu yang indah bagi Elisa memulai "hidup baru" sebagai seorang nabi, setelah kepergian Elia. Dia pun dipakai Tuhan secara luar biasa sebagai seorang nabi. Bahkan relatif hampir menyamai karunia yang dimiliki Elia.

Sahabat Kristus, kesedihan karena keterpisahan dengan orang yang kita kasihi, kadang membuat mata iman dan mata hati kita tertutup. Kita sering menganggap Allah tidak adil. Allah sudah meninggalkan kita. Sepintas dan sesaat, apalagi ketika kita sedang kalut-kalutnya atau sedih-sedihnya, sepertinya jalan sudah tertutup. Tidak ada lagi harapan bagi kita. Kita telah kehilangan segalanya.

Padahal, itulah waktu Tuhan. Cepat atau lama, barulah kita akan mengerti tentang maksud dan rancangan Allah yang dahsyat dan luar biasa atas hidup kita, di balik dukacita, penderitaan, pergumulan dan berbagai masalah yang menghadang kita.

Hanya butuh kesabaran, ketabahan dan kepasrahan kita kepada Tuhan tentang semuanya itu. Sebab, kita akan segera menikmati rancangan Allah yang penuh damai sejahtera, baik bagi diri kita, maupun orang yang kita cintai dan sayangi, bahkan semua orang yang ada di sekitar kita.

Karena itu, ketika kesedihan dan dukacita melanda, janganlah menghalangi dan membatasi kita untuk bersyukur dan bersukacita di dalam Tuhan.

Ingatlah, seberat dan sesulit apapun pergumulan yang kita hadapi, pasti selalu ada jalan keluar yang terbaik untuk kita, karena akan selalu ada rancangan indah mulia Tuhan dalam hidup kita.

Setiap keluarga dan umat Kristen, janganlah hilang sukacita dan pengharapan, ketika kita dalam gumul hidup. Tetaplah kuat. Sebab Tuhan sedang menjalankan programnya untuk kita. Jangan lihat masalah, kesedihan dan persoalan kita. Tapi lihatlah Dia yang berada di atas segala persoalan hidup kita. Dia pasti merancangkan damai sejahtera bagi kita dan akan membuat mata iman kita terbuka, mengerti dan sadar bahwa sungguh Allah luar biasa dan Dia selalu melakukan segala sesuatu, indah pada waktunya bagi kita dan keluarga. Amin

DOA: Tuhan Yesus, kuatkan iman kami, agar meski kami bergumul, kami tetap hidup sukacita dan memuliakan-Mu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved