Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Masih Kenal Freddy Budiman? Bandar Narkoba yang Dieksekusi Mati, Anaknya Ungkap Pesan Terakhir

Freddy Budiman diketahui salah seorang Bandar Narkoba besar di Indonesia, dengan jaringan kelas internasional.

Editor: Rhendi Umar
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Freddy Budiman, gembong narkoba yang dieksekusi mati tahun 2016. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa yang tak kenal dengan Freddy Budiman.

Freddy Budiman diketahui salah seorang Bandar Narkoba besar di Indonesia, dengan jaringan kelas internasional.

Freddy Budiman sempat menggemparkan Indonesia atas kasus pengedaran narkoba.

Gembong narkoba, dieksekusi mati di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 Juli 2016.

Freddy Budiman telah divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena mengimpor 1.412.476 butir Ekstasi dari China pada Mei 2012.

Freddy Budiman, gembong narkoba yang dieksekusi mati tahun 2016.
Freddy Budiman, gembong narkoba yang dieksekusi mati tahun 2016. (ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA)

Freddy Budiman juga sempat ditangkap tahun 2009, karena memiliki 500 gram sabu-sabu.

Saat itu, dia divonis 3 tahun dan 4 bulan.

Feddy kembali berurusan dengan aparat pada 2011.

Saat itu, dia kedapatan memiliki ratusan gram sabu dan bahan pembuat Ekstasi.

Dia pun menjadi terpidana 18 tahun karena kasus narkoba di Sumatera dan menjalani masa tahanannya di Lapas Cipinang.

Lima tahun berlalu, anak dari Freddy Budiman, Fikri Ferdinan Budiman, memberanikan diri untuk muncul ke publik guna menceritakan sisi lain dari sang ayah.

Fikri memberikan kesaksiannya sebagai anak dari seorang Bandar Narkoba, melalui tayangan video bersama Gritte Agatha di Youtube Gritte. Video tersebut ditayangkan pada 17 Maret 2021.

Freddy Budiman ternyata sempat memeluk anaknya, Fikri Ferdinan Budiman sebelum dieksekusi regu tembak.

Freddy dengan jantan mengakui kesalahannya selama dia hidup kepada anaknya.

Freddy juga mewanti-wanti anaknya agar tidak mengikuti jejaknya.

Freddy Budiman merupakan gembong narkoba, dia dieksekusi mati karena kepemilikan 1.4 juta pil Ekstasi, juga masih mengendalikan pengedaran narkoba dari dalam penjara.

“Papa kayak gini karena kesalahan papa, papa engga mau dede kayak gini,” kata Fikri Ferdinan Budiman di YouTube.

Freddy Budiman mengecam anaknya dengan keras agar tidak mengikuti jejaknya di dunia narkoba.

Freddy tidak bisa menutupi informasi yang bakal didengar Fikri ke depannya tentang dia.

Apapun itu, Fredy berharap anaknya tidak melakukan hal yang sama dengannya.

“Apapun yang papa lakuin, jangan pernah dede lakuin lagi,” tandasnya.

Dari pencopet lalu Bandar Narkoba

Fikri bercerita awal mula sang ayah mengenal barang haram tersebut.

Menurut Fikri, sang ayah mengenal narkoba dari lingkungan, bukan karena faktor ekonomi keluarga.

"Awal mula ayah gue mulai terjaring kasus narkoba itu karena faktor ekonomi, faktor karena mungkin dulunya seorang copet,

itu udah pasti salah banget gitu, karena keluarga gue terakhir maksudnya ayah gue terlahir dari keluarga yang berkecukupan, jadi tidak berawal dari seorang copet," kata Fikri.

"Jadi yang harus dibenarkan bahwa ayah gue seperti itu karena faktor lingkungan, kayak gitu," lanjutnya.

Freddy Budiman.
Freddy Budiman. (viva.co.id)

Freddy pun sempat bercerita kepada Fikri bahwa dia bergaul di lingkungan yang memberikan dampak negatif kepada dirinya.

"Lingkungan yang dimaksud adalah ayah gue itu berada di lingkungan yang ayah gue sendiri bilang bahwa lingkungannya itu tidak baik,"

"Tidak baik dalam arti lingkungan yang maksudnya orang-orang yang melakukan hal-hal yang negatif,

tidak positif kayak gitu sih, lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk," ucap Fikri.

Oleh karena itu, Freddy mengajarkan kepada Fikri untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan.

"Salah satu ajaran yang dari bokap gue adalah lingkungan untuk menentukan apa yang akan kita lakukan ke depannya," ungkap Fikri.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini diolah dari Grid.id dan Kompas.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved